POJOKSATU.id, JAKARTA – Bendahara Umum (Bendum) Nasdem Ahmad Sahroni sempat merespon temuan cek BCA Rp 2 triliun di rumah dinas mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo saat digerebek KPK.
Menurut Bendum Nasdem dari Tanjung Priok ini, pihaknya tak mengetahui soal temuan cek BCA Rp 2 triliun tersebut.
Sebaliknya Ahmad Sahroni menyarankan agar KPK seharusnya dengan cepat menjelaskan tujuan dari temuan cek Rp 2 triliun itu.
"Wuah nggak tau kita, itu kan di rumah dinas mantan Mentan, kami tidak tahu menahu tentang hal tersebut," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (16/10/2023).
Dia menyarankan KPK untuk tak mengumbar-umbar temuan yang masih samar-samar.
Baca Juga: Cek Rp 2 Triliun di Rumah Dinas Mantan Mentan Syahrul Yasin Ternyata Palsu, PPATK Beberkan Buktinya
Dan lebih baik didalami dahulu sebelum diumumkan ke masyarakat agar tidak jadi narasi negatif yang merugikan institusi lainnya.
Terkait temuan cek BCA Rp 2 triliun ini, Nasdem menyebut hal itu baik diumumkan. Dan sebaiknya semua temuan yang terkait perkara ini juga harus diumumkan ke publik.
"Bagus juga KPK umumkan hal demikian agar publik tahu, yang penting umumkan semua yang terkait temuan pada saat penggeledahan,” jelasnya.
Ternyata Cek Palsu atau Bodong
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membenarkan cek di rumah dinas mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah palsu alias bodong.
Baca Juga: Jika Gibran Maju Cawapres Prabowo, Megawati Perlu Tegas Tendang Jokowi dan Gibran dari PDIP
Ivan menyatakan cek Rp 2 triliun di rumah dinas eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah cek bodong atau palsu.
Menurut PPATK, cek bodong atau cek palsu biasanya dibuat oleh pelaku penipuan dengan tujuan tertentu.
"Dibuat oleh pelaku penipuan dengan modus minta ongkos biaya administrasi, nyuap petugas bank dan lain-lain. Dijanjikan kalau cair dibagi sekian persen sebagai komisi," jawab Ivan dilansir detikcom, Selasa (17/10/2023).
Menurutnya, dokumen seperti itu banyak ditemukan di masyarakat.
Diketahui, dokumen cek BCA senilai Rp 2 triliun itu ditemukan KPK saat menggeledah rumah dinas Mentan SYL di Widya Chandar Jaksel.
Saat itu, Mentan SYL sedang berkunjung kr Eropa dalam kapasitasnya sebagai menteri.***




