POJOKSATU.ID - Pemerintah pusat bergerak cepat menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah akan segera mengirim sekitar 600 tenaga kesehatan (nakes) ke daerah terdampak bencana.

Ratusan tenaga medis tersebut akan ditugaskan ke wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Pengiriman nakes ini dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat pascabencana.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, dari total 600 tenaga kesehatan yang disiapkan, sekitar 450 orang sudah siap diberangkatkan dalam waktu dekat, bahkan mulai pekan ini.

Mereka terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter magang atau koas, serta perawat.

Baca Juga: Produk Terjual Melonjak 16 Kali Lipat, Ria Ricis hingga Anang dan Ashanty Meriahkan Shopee Live Superstar

“Tenaga kesehatan ini akan membantu pelayanan di rumah sakit, puskesmas, hingga pos-pos pengungsian yang saat ini kekurangan tenaga medis,” ujar Budi dalam Sidang Kabinet, dikutip joksatu.id dari CNN Indonesia.

Menurut Menkes, pengiriman nakes merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menilai penanganan kesehatan menjadi prioritas utama, terutama karena banyak fasilitas layanan kesehatan dan tenaga medis setempat juga terdampak bencana.

Baca Juga: 14 Desember Ditetapkan sebagai Hari Sejarah, Kementerian Kebudayaan Tegaskan Pentingnya Memori Bangsa

Bencana banjir bandang dan longsor menyebabkan sejumlah wilayah mengalami gangguan layanan kesehatan.

Tidak sedikit puskesmas dan rumah sakit yang harus bekerja dengan sumber daya terbatas, sementara jumlah warga yang membutuhkan layanan medis justru meningkat drastis.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan merekrut tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Viral Nabung Berbulan-bulan, Pas Celengan Dipecah Malah Jadi Sarang Rayap, Netizen Auto Nyesek

Langkah ini dilakukan agar penanganan kesehatan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan selama masa pemulihan.

Budi menyebutkan, penugasan tenaga medis dirancang untuk mencakup kebutuhan jangka menengah hingga beberapa bulan ke depan.

Pemerintah ingin memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak, mulai dari penanganan penyakit pascabencana hingga layanan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga: Sudah Akhir Tahun Tapi TPG Triwulan 4 Tidak Kunjung Dicairkan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Selain pelayanan kuratif, para tenaga kesehatan juga akan fokus pada upaya pencegahan penyakit menular yang kerap muncul setelah bencana, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit.

Edukasi kesehatan di lokasi pengungsian juga menjadi bagian dari tugas para nakes.

Presiden Prabowo sendiri menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar penanganan korban bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga: Info Terbaru! Inilah Daftar Lengkap Daerah Penerima TPG 100 Persen Tahun 2025

Ia meminta seluruh jajaran terkait untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga.

Pengiriman ratusan tenaga kesehatan ini diharapkan dapat meringankan beban pemerintah daerah serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Pemerintah memastikan akan terus memantau situasi dan menambah bantuan jika diperlukan.***