POJOKSATU.ID - Nanan Soekarna dalam acara dialog kebangsaan memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74.

Yang digelar Minggu 2 November 2025, menyampaikan bahwa nilai kejujuran telah hilang dari Tribrata versi 2022.

Kata kejujuran yang dulu tertulis dalam Tribrata tahun 1954, tapi hilang di dalam Tribrata tahun 2022.

Baca Juga: Publik Ingin Polisi Lebih Humanis, Tito Janjikan Reformasi Cepat dan Transparan

Pedoman Tribrata bagi anggota Polri merupakan “tiga kaul (nadar)” yang diikrarkan sebagai pedoman moral hidup jajaran Polri. 

Menurut situs resmi Polri, “3 Bintang di atas logo bermakna Tri Brata sebagai pedoman hidup Polri”. 

Isi Tribrata yang banyak dimuat dalam publikasi Polri:

Baca Juga: Sehari Setelah Ledakan, SMAN 72 Jakarta Masih Dijaga Ketat Petugas POM TNI AL dan Polisi

1. Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

3. Senantiasa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban. 

Baca Juga: Gagal di PPG Tahap 2 Bukan Akhir! Begini Langkah Daftar Ulang dan Tips Lolos Ujian Ulang 2026

Sejarah lahirnya Tribrata dikembangkan dari gagasan nilai kepolisian, berasal dari bahasa Sanskerta “tri” = tiga dan “brata” = kaul/nadar.

Klaim: “Kata ‘kejujuran’ hilang”

Belakangan muncul pernyataan dari salah satu tokoh bahwa dalam versi Tribrata terbaru (tahun 2022) kata “kejujuran” atau “jujur” telah dihilangkan.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan Apakah memang teks resmi Tribrata pernah secara eksplisit menyebut “kejujuran”, dan kemudian diubah?.

Baca Juga: Keluarga Jadi Sumber Kekuatan Aiptu Asep Saiful Zaelani dalam Menjalankan Tugas

Namun, dalam dokumen publik yang tersedia, bunyi Tribrata yang dicantumkan tidak menyebut kata “kejujuran” secara literal.

Contoh poin kedua menyebut “menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan”.

Analisis temuan Dokumen Tribrata yang terbuka untuk publik memuat tiga poin sama seperti di atas  tanpa kata “kejujuran” secara eksplisit.

Baca Juga: Jumlah PPPK di Sumsel Tembus 50 Persen ASN, Ribuan Honorer Masih Menunggu

Sejauh riset yang dilakukan, tidak ditemukan versi lama (“tahun 1954” atau “1955”) yang secara terbuka mencantumkan kata “kejujuran”.

Karena itu, klaim bahwa kata “kejujuran” dihapus dari Tribrata versi 2022 belum bisa dibuktikan secara publik melalui perbandingan dokumen resmi yang terdahulu dan terkini.

Bisa jadi perbedaan yang dimaksud adalah pergeseran makna atau nuansa (“kejujuran” terintegrasi dalam “kebenaran, keadilan dan kemanusiaan”), bukan penghapusan literal.

Baca Juga: Jauh dari Gadget, Keluarga di Karawang Nikmati Akhir Pekan dengan Permainan Tradisional

Penting untuk meminta dokumen resmi perubahan Tribrata (jika ada) dari institusi Polri atau arsip nasional untuk verifikasi lengkap.

Jika memang nilai kejujuran tidak disebut secara eksplisit, apakah itu berarti nilai tersebut dilebur ke dalam istilah lain?

Bagaimana perubahan bunyi atau nuansa Tribrata mempengaruhi citra institusi Polri di publik?

Untuk penguatan kepercayaan publik, penting bahwa pedoman seperti Tribrata tidak hanya tertulis tapi juga diimplementasikan dalam perilaku nyata anggota Polri.

Klaim bahwa kata “kejujuran” secara literal dihapus dari Tribrata versi 2022 masih belum bisa diverifikasi secara publik.

Teks resmi yang tersedia tetap memuat tiga poin pedoman yang sama dan tidak mencantumkan istilah “kejujuran” secara eksplisit.

Untuk kepastian, dibutuhkan akses ke dokumen resmi perubahan Tribrata dari institusi Polri atau arsip yang kredibel.

Baca Juga: Jumlah PPPK di Sumsel Tembus 50 Persen ASN, Ribuan Honorer Masih Menunggu

Hingga saat ini, nilai-nilai kejujuran dan integritas tetap bisa dibaca dalam istilah “kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan”.***