POJOKSATU.id, JAKARTA— BEM Universitas Indonesia dalam aksi demo di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (9/9) meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, saat unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, menyampaikan permintaan pencopotan Kapolri Listyo ini.
Selain itu, Diallo menyebut, pihaknya juga mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dicopot lantaran tidak cakap dan kompeten bertugas karena gagal mengamankan Jakarta dari para perusuh.
Baca Juga: Sosok Ferry Irwandi Pengagum Berat Tan Malaka, Sampai Bikin Podcast Malaka Project
"Yang paling dekat sebenarnya Kapolri dulu, kita minta untuk (segera) dicabut, diturunkan," tegasnya kepada wartawan.
Diallo juga mendorong agar posisi Kapolri diganti oleh polisi yang lebih kompeten dan mengedepankan kemanusiaan yang benar-benar bisa menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.
"Ganti dengan orang yang lebih kompeten, ganti dengan orang yang lebih memiliki rasa kemanusiaan," jelasnya.
DPR Nol Besar Penuntasan
BEM UI menagih komitmen DPR untuk memenuhi 17+8 tuntutan rakyat, saat aksi di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa.
"Jadi kita datang untuk menagih janji, yang tuntutan 17+8, di mana sebenarnya sudah diterima ya oleh pemerintah dan anggota dewan, yang mana itu juga tuntutan kolektif masyarakat, baik dari influencer, mahasiswa, masyarakat sipil,” kata Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI Diallo Hujanbiru kepada wartawan.
“Seluruhnya itu tuntutan yang kita minta untuk segera dituntaskan, untuk segera dilunasi," tegasnya lagi.
Bahkan, lanjut dia, DPR saat ini cenderung mengabaikan tenggat waktu yang diberikan rakyat agar memenuhi tuntutan 17+8.
"Akan tetapi dari tenggat waktu yang sudah ditentukan, hingga saat ini masih sangat sedikit yang penuntasannya kita anggap minimal. Masih banyak, kami rasa nol besar dalam hal penuntasan," tegasnya lagi.***




