POJOKSATU.id, SURABAYA – Pelaku pembunuhan Sekdis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, belum berhasil ditangkap polisi.
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur menyebutkan tim kepolisian masih melakukan pengejaran kepada terduga pelaku.
Jumhur mengatakan bahwa terduga pelaku memiliki pergerakan yang cukup lincah selama proses pelariannya. Tim kepolisian masih mencari ke berbagai titik.
“Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKPB Arbaidi Jumhur kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Sikapi Laporan Publik, Manajemen Ruangguru Cabut Hak dan Fasilitas Peserta CoC Berinisial GM
Jumhur mengatakan, terduga pelaku melakukan pelarian dengan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain hingga keluar Provinsi Jatim.
“Banyak titik. Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga,” terangnya.
Kasubdit juga membantah soal adanya sayembara bagi penangkapan terduga pelaku ini.
“Enggak ada, doain ya kita kejar terus,” ucap Jumhur.
Diketahui, Ruly Yunis diduga meninggal karena asfiksia. Korban mulanya ditemukan oleh seorang pengemudi taksi online di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo.
Baca Juga: Jawaban Elegan Nadya Hutagalung usai Netizen Kritik Uban Mengurangi Kecantikannya
Setelah dievakuasi, jasad Ruly dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.
Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.
Tim forensik juga menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan.
Sebelumnya, beredar informasi melalui media sosial TikTok yang menyebut Jatanras Polda Jatim menggelar sayembara pencarian Erlan dengan imbalan senilai Rp 20 juta.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membantah kabar soal sayembara ini.
Dia menyebut pihaknya tidak pernah menggelar sayembara penangkapan terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan. “Enggak ada,” kata Jules, Rabu (8/7/2026). ***




