POJOKSATU.ID - Sebanyak 11 warga yang menjadi korban bencana hidrometeorologi dan tinggal di lokasi pengungsian Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dilaporkan mengalami keracunan.

Insiden ini langsung mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk turun langsung ke lokasi pengungsian guna melakukan investigasi penyebab keracunan tersebut.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Langkah ini diambil untuk memastikan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Saya sudah meminta Puskesmas Maninjau melakukan investigasi di lapangan terkait dugaan keracunan terhadap 11 warga pengungsi di Jorong Labuah, Nagari Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya,” kata Hendri Rusdian, dikutip pojoksatu.id dari CNN Indonesia Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, tim dari Puskesmas Maninjau mulai melakukan pemeriksaan sejak Minggu pagi.

Baca Juga: Bukan Perpres 79/2025, Ternyata Aturan Gaji Pensiunan PNS Desember 2025 Sesuai Peraturan Ini!

Dalam proses investigasi, petugas akan mengambil sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para korban selama berada di pengungsian.

Berdasarkan keterangan awal dari para korban, mereka menyantap makanan yang disediakan dapur umum pengungsian.

Selain itu, sebagian korban juga mengonsumsi makanan tambahan berupa pecel lele. Namun, hingga saat ini penyebab pasti keracunan tersebut masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Heboh! Surat Pendataan Non-ASN 2025, Ini Klarifikasi Resmi yang Perlu Diketahui Honorer

“Belum bisa disimpulkan penyebabnya. Karena itu, investigasi lapangan terus dilakukan,” ujarnya.

Hendri menyebutkan, 11 korban keracunan tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, perempuan dewasa, hingga laki-laki.

Gejala yang dialami cukup beragam, di antaranya mual, muntah, diare, serta pusing.

Baca Juga: Usai Insiden Tabrak Siswa! BGN Perketat SOP MBG, Mobil Dilarang Masuk Sekolah

Karena kondisi korban membutuhkan penanganan medis segera, seluruh korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.

Keputusan ini diambil lantaran akses jalan dari Sungai Batang menuju Puskesmas Maninjau masih terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (27/11).

Sesampainya di RSUD Lubuk Basung, para korban mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Kondisi mereka berangsur membaik, sehingga sebanyak 10 orang sudah diperbolehkan pulang pada Minggu.

Baca Juga: Usai Turun ke Lokasi, Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatra, Agar Penanganan Lebih Cepat dan Terkoordinasi

Sementara itu, satu korban lainnya masih mengalami dehidrasi dan membutuhkan perawatan lanjutan.

Dinas Kesehatan berharap kondisi korban terakhir tersebut segera membaik agar dapat kembali ke pengungsian.

“Kita berharap satu korban yang masih dirawat bisa segera pulih,” pungkas Hendri.

Baca Juga: WAR CPNS 2026 Segera Dimulai! Ini Daftar Instansi Sepi Peminat VS Ramai Peminat, Peluang Lolos Bisa Ditentukan Sekarang

Kasus ini menjadi perhatian di tengah upaya penanganan pascabencana banjir bandang di Sumatra Barat, khususnya terkait keamanan dan kelayakan konsumsi makanan bagi para pengungsi.***