POJOKSATU.id, SEMARANG - Warga dihebohkan dengan kasus mutilasi bos galon Semarang, Irwan Hutagalung (53 tahun) oleh karyawannya sendiri, Muhammad Husen (29).

Husen tega menghabisi nyawa Irwan, pemilik depot air minum isi ulang AHS Arga Tirta di Tembalang, Semarang, Jawa Tengah dengan sadis.

Jasad Irwan ditemukan dengan keadaan tubuh terpotong-potong usai dimutilasi hidup-hidup oleh pelaku.

Lalu siapa sebenarnya Husen yang tega melakukan pembunuhan sadis itu?

Profil Husen yang Habisi Bos Galon Semarang


Muhammad Husen atau Husen diketahui merupakan warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ia diketahui baru sekitar sebulan bekerja di AHS Arga Tirta itu.

BACA JUGA : Sudah Tahu Senjata Laras Panjang Bakal Masalah, AKBP Achiruddin Suruh Beli Senpi Mainan dan Sogok Rp 1 Juta

"Dari awal puasa kemarin (mulai bekerja), dulu sebelum ikut korban saya kan di warmindo yang arah lapangan futsal, dari sana saya kenal sama korban, soalnya yang biasa suplai galon ke sana," kata Husen saat dihadirkan dalam jumpa pers di kantor Polrestabes Semarang, Rabu (10/5).

Selama sekitar sebulan bekerja sebagai karyawan bos galon Semarang itu, Husen kerap mendapat perlakuan kurang yang membuatnya sakit hati dan menaruh dendam.

Katanya, Irwan adalah bos yang galak, suka ngomel dan ringan tangan terhadap Husen.

Husen bahkan sering dipukuli meskipun itu hanya kesalahan kecil, bahkan kadang bukan karena kesalahannya sendiri.

"Karena setiap ada salah dan kesalahan kecil pasti dia main tangan contohnya ada pesenan galon harusnya 15 dia bilang cuma 14 atau 13 begitu selesai ngirim dia pulang marah-marah langsung main tangan, padahal dia yang bilang," jelasnya.

BACA JUGA : Pacaran Belum Genap Dua Bulan, Kiesha Alvaro-Frislly Herlind Putus

Hal itu membuat Husen sakit hati sehingga membunuh, memutilasi dan mengecor korban.

"Karena saya merasa sakit hati saya sering dipukuli," katanya di hadapan wartawan.

Rencana pembunuhan bos galon Semarang ini sudah ada di benak Husen sejak Senin (1/5). Tapi aksinya baru dilakukan empat hari kemudian saat bosnya tidur nyenyak.

"Posisi korban sedang tidur nyenyak sekitar jam 20.00-20.30 WIB," katanya.

Pada Kamis (4/5) malam itu, Husen menusuk kepala bosnya dengan menggunakan linggis sebanyak dua kali. Bosnya tak langsung meninggal dan ditinggal untuk minum-minum.

"Setelah dua tusukan saya tinggal keluar dulu ke angkringan, minum," ujar Husen

Husen sadar bahwa bosnya masih hidup. Dia ingat bosnya masih bernapas seperti orang mengorok.

"Masih bernapas, soalnya masih terengah-engah kaya ngorok gitu," lanjutnya.

BACA JUGA : Basmin Mattayang Dibisik Gubernur Sulsel untuk Buat Proposal Terkait Normalisasi Sungai

Husen melanjutkan aksinya pada Jumat (5/5) dini hari, dengan memutilasi bosnya itu dalam keadaan hidup. Tubuh korban dipotong menjadi empat bagian.

"Terus jam 4 pagi saya masuk lagi saya mulai eksekusi lagi," ujarnya.

Husen menyebut dirinya memotong tangan korban karena sering digunakan untuk memukul dirinya selama bekerja. Kemudian dia memotong kepala korban karena sering mengomel.

"Karena tangannya dipakai buat mukul saya makanya saya potong. Kalau kepalanya karena dia suka ngomelin saya aja. Jadi yang saya potong kepala bukan bibir. Mulut kan susah," ujar Husen.

Saat ditanya apakah dia menyesali perbuatannya, tegas Husen menjawab tidak menyesal. Bahkan dia merasa puas.

"Nggak (tidak menyesal), puas," tegasnya.

Usai menghabisi bosnya, Husen tidak langsung kabur dan menghilangkan jejak.

Malah ia masih sempat bersenang-senang dengan pemilik angkringan yang ada di depan depot air isi ulang itu.

Uang untuk bersenang-senang itu didapatnya dari tempatnya bekerja. Dia mengambil uang sebesar Rp 7 juta dari depot air isi ulang milik korban.

"Rp 7 juta dipergunakan untuk senang-senang, buat makan, rokok, iya (nyari cewek)," kata Husen.

Adapun tindakan mengecor potongan jasad bos galon Semarang, baru terpikirkan Husen pada hari berikutnya.

Dia mengambil semen di rumah bosnya dan mengecor bosnya sendiri di celah antar bangungan di depot air isi ulang itu.

"Iya (ditimbun dan dicor) sekitar satu harian, hari Sabtunya (6/5), sore," kata Husen.

Setelah itu, Husen pamit (pulang ke rumahnya di Banjarnegara) kepada seseorang bernama Yuli dan menitipkan kunci.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Selasa (9/5) sore, Husen ditangkap polisi di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan Husen sebagai pelaku tunggal pembunuhan bos galon Semarang.

"Dari hasil penyelidikan mengerucut kepada pelaku, sekarang sudah kita jadikan pelaku di sini atas nama Muhammad Husen ini adalah pelaku tunggal," kata Kombes Irwan Anwar di kantornya, Rabu (10/5/2023).

Kombes Irwan mengungkapkan, aksi pelaku didasari rasa sakit hati kepada korban karena mendapat perlakuan buruk selama bekerja.

Aksi pelaku berawal pada Kamis (4/5) malam saat korban dalam posisi tidur di dalam tempat usahanya di Jalan Mulawarman Raya, Kota Semarang itu.

Tersangka Muhammad Husen mengaku menusuk pipi kanan dan kiri korban dengan menggunakan linggis.

"Setelah menusuk pipi kemudian saya tinggal keluar," kata tersangka Husen.

Hasil autopsi Irwan Hutagalung (53) menunjukkan korban dimutilasi dalam keadaan hidup.

Kepala korban dipukul dengan sangat keras menggunakan benda tumpul. Pukulan itu mengenai kening kiri tembus rahang kanan.

Demikian informasi mengenai profil Husen yang menghabisi nyawa bos galon Semarang dengan sadis.

Editor: Jumaidil Halide