POJOKSATU.id — Ruas Tol Pemalang Batang (PBTR) kembali memakan korban. Jumat dini hari, 2 Mei 2025, suasana tenang di jalur bebas hambatan itu berubah mencekam saat sebuah kecelakaan maut terjadi di KM 316+000 arah Kaliwungu.

Peristiwa ini melibatkan kendaraan minibus Toyota Innova yang mengangkut seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alamudin Dimyati Rois, atau yang akrab dikenal dengan nama Gus Alam.

“Benar, telah terjadi kecelakaan di KM 316+000 arah Kaliwungu, melibatkan Toyota Innova dan truk Fuso,” kata Yulian Fundra Kurnianto, Manajer Teknik dan Operasi Tol Pemalang-Batang.

Kecelakaan berlangsung antara KM 315+900 hingga KM 316+000 jalur A, tepat di wilayah Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Benturan keras yang terjadi pada dini hari itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia di tempat, dan dua lainnya mengalami luka berat—termasuk Gus Alam.

Baca Juga: Polemik VASEKTOMI WAJIB bagi Penerima Bansos, Dedi Mulyadi Dikecam Komnas HAM dan Diperingatkan MUI, BKKBN Tetapkan Syarat Medis TAMBAHAN

Menurut informasi awal yang dihimpun dari pihak tol dan kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02:19 hingga 02:45 WIB.

Sebuah minibus Toyota Innova bernomor polisi H 1980 H tengah melaju di jalur dua dari arah Brebes menuju Semarang. Di saat yang sama, sebuah truk Fuso dengan nomor polisi K 1344 K sedang mengangkut muatan besi di jalur satu.

Dugaan awal mengarah pada hilangnya konsentrasi pengemudi minibus akibat kelelahan, atau yang dikenal dengan istilah microsleep.

Hal ini diungkapkan oleh Yulian Fundra, yang menyebut bahwa kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, diperkirakan mencapai 100 kilometer per jam.

"Akibatnya, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak bagian samping truk Fuso," jelas Yulian.

Minibus diduga hendak menyalip truk yang berjalan dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam.

Namun dalam proses itu, kendaraan justru melenceng dan menghantam sisi truk. Tabrakan tak terhindarkan, dan dampaknya sangat fatal.

Baca Juga: TII Ungkap KPU RI Pakai Rp65 Miliar Sewa Jet Pribadi di Pemilu 2024, Ketua Afifuddin Beri Penjelasan

Dua nyawa melayang dalam insiden ini. Sang sopir Innova, Beliya Malkan, warga Kaliwungu, Kendal, tewas di tempat.

Satu penumpang lainnya, Vica Novitasari (41), warga Ngaliyan, Kota Semarang, juga tak terselamatkan. Kedua jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Al Ikhlas Pemalang.

Sementara itu, dua penumpang lainnya mengalami luka berat. Ariya Maulana (37), warga Semarang, kini sedang dalam perawatan di rumah sakit yang sama.

Gus Alam sendiri mengalami cedera serius, dengan luka di bagian kepala dan fraktur pada pergelangan tangan. Ia saat ini menjalani perawatan intensif di RS Budi Rahayu Pekalongan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto, membenarkan keterlibatan Gus Alam dalam kecelakaan ini.

Baca Juga: Anak Try Sutrisno Tak Jadi Digeser dari Pangkogabwilhan I, Panglima TNI Mendadak Ubah Keputusannya

Ia juga memastikan bahwa dua korban tewas merupakan asisten dari sang legislator.

“Dua korban meninggal dunia merupakan asisten dari anggota DPR RI tersebut,” terang AKP Arief.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari tragedi ini.

Dugaan awal terkait kondisi fisik pengemudi dan kecepatan kendaraan menjadi fokus utama pihak kepolisian dalam menelusuri kejadian tersebut.

Evakuasi korban dan penanganan kendaraan yang terlibat sempat menyebabkan hambatan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, arus kendaraan berhasil kembali normal dalam waktu relatif singkat. ***