POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menghadiri rapat koordinasi tingkat kementerian.
Hal tersebut untuk membahas mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) pasca penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Dalam rapat tersebut, Gus Ipul menggarisbawahi bahwa penyaluran bansos memiliki sejumlah tantangan signifikan, di antaranya inclusion error dan exclusion error.
Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos dan Penerima PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2025!
Sehingga terdapat kondisi di mana individu yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak tercatat dalam daftar penerima.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan langkah strategis guna mengoptimalkan penyaluran bansos.
Langkah awal ini melibatkan berbagai persiapan regulasi, seperti revisi Peraturan Menteri Sosial (Permensos) terkait pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pelaksanaan Program Sembako.
Selain itu, Kemensos juga membentuk satuan tugas (satgas) penyaluran bansos dan menetapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara tepat.
Penyaluran bansos direncanakan dilakukan secara serentak dengan pengawasan ketat.
Kemensos juga menyediakan desk pengaduan untuk menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan program ini.
Baca Juga: Kemensos Gunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Jadi Acuan Baru Penerima Bansos di Tahun 2025
Selain itu, pendampingan sosial akan dilakukan secara intensif untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Pemutakhiran data penerima bansos dilakukan secara berkala untuk memastikan ketepatan sasaran. Hal ini bertujuan mengurangi kemungkinan kesalahan data dan meningkatkan akurasi dalam pendistribusian bantuan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pada triwulan pertama tahun ini, penyaluran bansos masih menggunakan data lama.
Namun, mulai triwulan kedua atau ketiga, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional akan digunakan sepenuhnya.
Data ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah data yang kerap terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Kemensos dan Pemkab Indramayu Kolaborasi Bangun Kampung Nelayan Sejahtera
Dengan penerapan langkah strategis ini, Kemensos berkomitmen menjadikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.***




