POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan pandangan yang berbeda dengan tokoh-tokoh militer yang meminta Wapres Gibran Rakabuming Raka diganti.

Surya Paloh tak setuju dengan usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang meminta Gibran diganti atau dicopot dari kursi Wapres.

Menurut Surya Paloh, tidak ada skandal yang menjadi tuntutan untuk pemakzulan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Ray Rangkuti Endus Ada Skenario Presiden Prabowo Tidak Tampilkan Gibran Sebagai Tokoh

Tanggapan mengenai Gibran ini disampaikan Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Surya Paloh berpendapat, sampai sejauh ini tidak ada skandal yang dapat dijadikan dasar untuk memakzulkam putra sulung Presiden RI Ketujuh, Joko Widodo tersebut.

"Karena tidak ada skandal yang menjadi tuntutan untuk pemakzulan, ya," katanya.

Ia mengingatkan, bangsa Indonesia sudah menggelar pemilihan umum yang meliputi pemilihan legislatif serta pemilihan presiden-wakil presiden pada Februari 2024 dengan Prabowo-Gibran sebagai pemenang.

Baca Juga: Tokoh Intelijen AM Hendropriyono Ikut Tanggapi Isu Pergantian Wapres Gibran, Aspirasi Boleh Dong

"Terlepas apakah itu ada output kinerjanya lemah, setengah lemah, kuat, itu masalah lain,” katanya.

“Tapi meresolusi dengan memakzulkan menurut saya sebetulnya, izinkan saya harus menyatakan dengan segala penghormatan saya, kurang tepat," jelas Surya Paloh.

Ia mengingatkan, bahwa Gibran Rakabuming Raka telah terpilih secara sah melalui Pilpres 2024, mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

"Ya, sayang sekali. Dengan seluruh penghormatan saya pada para senior," kata Surya Paloh.

Baca Juga: Usai Kritik Gibran, Mantan Kepala BIN Sutiyoso Juga Kritik Momen Jokowi Terima Menteri Saat Lebaran

Diketahui, beberapa tokoh militer di Indonesia mendesak pergantian Wapres Gibran dalam salah satu dari delapan tuntutan yang mereka kirimkan ke Presiden Prabowo Subianto.

Mantan Wapres sekaligus mantan Panglima ABRI (TNI) Jenderal (Purn) Try Sutrisno menjadi penanda tangan tuntutan pencopotan Wapres Gibran ini.

Selain Try, ada nama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dan Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.

Senada mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono dan Letjen (Purn) Sutiyoso mengatakan sah-sah saja para Purnawirawan TNI mengajukan tuntutan agar Wapres Gibran mundur dari kursinya.***