POJOKSATU.ID - Tragedi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, terus meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan.
Hingga Sabtu (8/11/2025), sejumlah korban masih dirawat intensif di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
Dengan beberapa di antaranya telah menjalani operasi besar akibat luka serius yang dialami saat kejadian.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapat penanganan maksimal, sementara pihak rumah sakit melaporkan kondisi pasien kini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Empat Korban Jalani Operasi, Dua Sudah Sadar
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ani Wibisono, mengonfirmasi bahwa empat korban menjalani operasi besar sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Luka yang dialami mayoritas korban meliputi luka bakar, patah tulang, serta luka di bagian wajah dan rahang akibat ledakan yang terjadi di area masjid sekolah.
Selain di RS Islam Jakarta, beberapa korban luka ringan juga dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan RSUD Koja untuk pemantauan lanjutan.
Total ada 54 korban yang sempat mendapatkan perawatan medis sejak insiden terjadi.
Dukungan Penuh dari Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung meninjau kondisi para korban di RS Islam Cempaka Putih bersama jajaran pejabat Pemprov DKI dan Dinas Kesehatan.
Baca Juga: Pola Lama Korupsi ASN Terulang, Dari Jual Beli Jabatan hingga Setoran Posisi
Dalam kunjungan itu, ia memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemprov tanpa terkecuali.
Selain biaya medis, Pemprov DKI juga menurunkan tim psikolog untuk membantu proses trauma healing bagi siswa yang selamat maupun saksi di lokasi kejadian.
Pendampingan ini akan dilakukan di rumah sakit dan di sekolah setelah area dinyatakan aman.
Sekolah Masih Ditutup dan Dijaga Ketat
Sementara itu, POM TNI AL dan kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di sekitar kompleks sekolah.
Baca Juga: Bogor Hornbills Resmi Diperkenalkan, Semangat Baru Kebangkitan Basket di Kabupaten Bogor
Penutupan dilakukan untuk keperluan olah TKP lanjutan oleh Densus 88 Antiteror Polri dan Puslabfor Mabes Polri.
Tim forensik masih mengumpulkan sisa material ledakan untuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan oleh pelaku, yang diketahui merupakan siswa kelas 12.
Kegiatan belajar di SMAN 72 dihentikan sementara waktu.
Dinas Pendidikan DKI akan memindahkan aktivitas pembelajaran ke sekolah terdekat hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
Reaksi Keluarga dan Warga Sekitar
Keluarga korban yang menunggu di rumah sakit tampak lega setelah mendengar kabar bahwa operasi berjalan lancar.
Banyak di antara mereka mengapresiasi kecepatan petugas medis dan perhatian pemerintah.
Baca Juga: Banyak Guru Gagal Akses Link PPG Tahap 2, Begini Cara Cek Hasil Kelulusan yang Pasti Aman
Warga sekitar Kelapa Gading juga menyampaikan empati mendalam, Mereka menyebut insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan dan pengawasan di sekolah-sekolah.
Kondisi Terkini Korban
Menurut pihak RS Islam Cempaka Putih, kondisi keempat korban operasi kini menunjukkan kemajuan positif.
Sementara itu, korban luka ringan telah diperbolehkan pulang secara bertahap. Total 21 korban sudah kembali ke rumah masing-masing, setelah dinyatakan aman oleh tim dokter.
Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu, tergantung tingkat luka yang diderita masing-masing pasien.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta meninggalkan luka fisik dan mental yang mendalam, namun langkah cepat pemerintah dan tenaga medis memberi harapan baru bagi keluarga korban.
Baca Juga: Gagal di PPG Tahap 2 Bukan Akhir! Begini Langkah Daftar Ulang dan Tips Lolos Ujian Ulang 2026
Operasi yang berjalan lancar di RS Islam Cempaka Putih menjadi bukti bahwa koordinasi lintas lembaga mulai dari Pemprov, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan berjalan efektif.
Kini, fokus utama adalah pemulihan korban dan evaluasi total terhadap sistem keamanan di lingkungan pendidikan, agar tragedi serupa tak pernah terulang di sekolah manapun di Indonesia.***




