POJOKSATU.id - Fenomena pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan mulai terjadi di sejumlah daerah karena berita krisis bensin di luar negeri.
Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung angkat suara dan meminta masyarakat tetap tenang.
Ia menegaskan bahwa kondisi BBM nasional saat ini masih dalam batas aman.
Baca Juga: Kapolres Karawang Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Akhir Pekan
Karena itu, masyarakat diminta tidak terjebak kepanikan yang justru bisa memperburuk situasi.
“Kalau satu hari katakanlah, contoh ya, cukup 30 liter, 40 liter, ya itu cukup,” ujar Bahlil.
Menurutnya, pembelian berlebihan tanpa kebutuhan jelas justru berpotensi menciptakan kelangkaan semu di lapangan.
Baca Juga: Kapolres Karawang Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Akhir Pekan
“Enggak usah ada rasa panic buying. Enggak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya,” jelas Bahlil pada awak media 26/3/2026.
Ia juga menyoroti adanya oknum yang diduga melakukan penimbunan BBM untuk kepentingan tertentu, praktik ini dinilai bisa merugikan masyarakat luas.
“Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah ibu pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak ibu pertiwi yang bijak,” ucapnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan, Satgas Citarum Harum Sektor 10 Tetap Gas Bersihkan Sampah di Anjun Kaler
Pemerintah sendiri memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal meski ada dinamika global yang memengaruhi sektor energi.
Karena itu, masyarakat diminta tetap rasional dan tidak mudah terprovokasi isu kelangkaan.
Jika panic buying terus terjadi, justru kondisi stabil bisa berubah menjadi krisis buatan.
Di sinilah peran masyarakat menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap terkendali.***




