POJOKSATU.id, JAKARTA—Bayi berusia 2 tahun bernama Athariz Alsaki bin Abidin atau Athar tercatat sebagai korban meninggal banjir Jakarta tahun 2025.

Athar terbawa arus banjir di Tebet Jaksel saat perahu karet yang ditumpanginya saat evakuasi malah terguling. Bayi malang ini pun hanyut tenggelam dan ditemukan tewas di dekat rumah warga.

Gubernur Jakarta Pramono Anung sudah melayat ke rumah duka, Rabu (5/3/2025) pagi. Pramono mengucapkan belangsungkawa kepada keluarga korban.

"Pagi ini saya melayat malaikat kecil yang baru saja berpulang. Athariz Alsaki Bin Abidin adalah korban banjir yang hanyut pada saat proses evakuasi," tulis Pramono Anung di akun Instagramnya @pramonoanungw, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Tuduhan Dipengaruhi SM Entertainment, KBS Bantah Persulit Xiumin EXO Tampil di Music Bank

"Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya lagi.

Dia juga menyebut Pemprov Jakarta akan bekerja keras untuk mengatasi banjir.

"Saya akan memastikan seluruh bagian Pemerintah Jakarta terus bekerja keras agar dampak banjir bisa segera terminimalisir," tegasnya.

Pramono terlihat membelai rambut, wajah dan tangan bocah malang tersebut yang terbujur kaku di tengah rumahnya.Terdengar isak tangis keluarga korban.

Pramono juga sempat bercengkrama dengan ayah dan kakak bocah yang meninggal tersebut.

Baca Juga: Kisah Sahabat Rasulullah MENAHAN LAPAR Demi Menghormati Tamu, Membuat Allah Takjub Kepadanya

Sebelumnya, Athar terbawa arus setelah perahu karet yang ditumpanginya saat evakuasi terbalik di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa siang (4/3/2025).

Jenazah Athar ditemukan dalam posisi telentang di dekat rumah warga.

Warga yang mengenali wajah Athar langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah neneknya di Gang Perintis.

"Warga juga melaporkan temuan jenazah korban kepada Tim SAR gabungan," ujar Kapolsek Tebet Kompol Murodih.

Jumlah Korban Jabodetabek

Sementara Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, korban banjir di wilayah Jakarta, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor sebanyak 28.000 jiwa.

Untuk korban banjir di Jakarta dan Bekasi masing-masing sebanyak 11.000 jiwa, sedangkan di Kabupaten Bogor mencapai 6.000 jiwa.

"Terpantau per malam ini di Kota Bekasi ada 11.000 lebih jiwa yang terdampak, DKI juga ada lebih dari 11.000 jiwa yang terdampak, kemudian untuk Kabupaten Bogor lebih dari 6.000 jiwa," kata Gus Ipul saat mengunjungi tenda darurat di Kantor Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).***