POJOKSATU.id, JAKARTA-- Basis pendukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ternyata banyak memilih Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk diusung sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
"Basis PKB banyak yang memilih Erick Thohir dan Khofifah," ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam keterangannya, Jumat (28/7).
Disampaikan Burhanuddin, dukungan basis PKB kepada Erick Thohir terekam dalam temuan survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan periode 20-24 Juni 2023.
Pada simulasi lima nama, kata dia, Erick yang merupakan anggota Kehormatan Banser NU tersebut terekam mendapatkan dukungan sebesar 33,1 persen di basis massa PKB.
"Sedangkan Khofifah berada di tempat kedua dengan dukungan sebesar 25,3 persen," katanya.
Selain Erick dan Khofifah, kata Burhanuddin lagi, basis PKB Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (16,3 persen), Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno (13,9 persen), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,1 persen).
Baca Juga: Dirdik KPK Brigjen Asep Dikabarkan Mundur Buntut OTT yang Menyeret Bintang Tiga TNI Henri Alfian
Sementara itu, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berada di ujung tanduk usai PPP membelot mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres dari PDI Perjuangan.
Di sisi lain PAN sedang mengendorse Erick Thohir jadi Cawapres pendamping Prabowo.
KIB pada mulanya digagas oleh tiga partai yaitu PAN, PPP dan Golkar.
Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia (LPI), Andi Yusran, meyakini KIB akan segera bubar. Hal ini karena KIB banyak digoda pihak luar.
"Nasib KIB saya prediksi akan segera berakhir, ini karena adanya dua tarikan kuat di dalam koalisi tersebut, masing-masing tarikan dari PDIP dan dari Istana," kata Andi Yusran, Jumat (28/7).
Selanjutnya, pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani pada Kamis kemarin (28/7) membuat masa depan KIB semakin buram.
Partai Golkar dan PDI Perjuangan bahkan mengaku memiliki banyak kecocokan.
Atas dasar hal tersebut kedua partai ini sepakat membentuk tim yang akan menjadi jembatan komunikasi antara PDIP dan Golkar untuk penjajakan koalisi.
Sementara anggota KIB lainnya yakni Partai Amanat Nasional (PAN), tengah sibuk meng-endorse Erick Thohir menjadi kandidat bakal Capres Prabowo Subianto.***




