POJOKSATU.id, MEDAN— Basarnas Medan mengungkap ada tujuh orang yang menjadi korban ledakan gas di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Senin sore (20/7).

Berdasarkan data Basarnas, terdapat tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian atau menjadi korban ledakan gas di Medan.

Empat orang berhasil selamat yaitu Jeavelin (2), pria bernama Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Seorang perempuan yang diduga merupakan istri pemilik rumah ditemukan meninggal dunia. Identitas lengkap korban masih dalam tahap verifikasi RS Bhayangkara Medan.

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara Bantah Gasnya Bocor di Lokasi Runtuhnya Rumah di Grand Polonia Medan

Sementara dua korban dalam pencarian diduga Asisten Rumah Tangga/ART dan baby sitter.

“Hingga saat ini terdapat satu korban meninggal dunia yang telah ditemukan, namun untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan. Sementara dua orang korban masih dalam pencarian yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Selasa (21/7).

Operasi SAR ini melibatkan sedikitnya 15 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama unsur Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Saka SAR, serta pemerintah setempat.

Baca Juga: Penyebab Ledakan Hebat di Grand Polonia Medan Disebut Kebocoran Pipa Gas, Tujuh Rumah Terdampak

Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi.

"Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan,” ujarnya.

Disebutkan Hery, sekitar pukul 02.20 WIB, Selasa (21/7), satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara.

“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” katanya.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran. Kami berharap ketiga korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera dievakuasi," ujar Hery lagi.

Insiden ledakan ini diduga berasal dari pipa gas tanam di Perumahan Grand Polonia Medan menelan korban jiwa, luka-luka, dan korban dalam pencarian.***