POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengaku kekurangan sarana prasarana dan personel melakukan evakuasi banjir bandang di tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Dia menyampaikan keluhan ini saat menggelar rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).
"Terkait dengan apakah Basarnas misalkan memiliki sarana-prasarana yang cukup? Kami sampaikan pasti sangat kurang karena sesuai harapan dari komisi tentunya kami diharapkan hadir di setiap kabupaten," kata Syafii usai rapat.
Terlebih lagi, kata Syafii, wilayah cakupan Basarnas di daerah yang cukup besar. Sementara, Basarnas memiliki jumlah personel yang terbatas.
Baca Juga: Korban Meninggal Banjir Sumatera Hingga Senin Sore Mencapai 604 Jiwa, Belum Ditemukan 464 orang
Syafii mencontohkan kantor Basarnas di Sumatera Barat yang saat ini tengah dilanda bencana banjir bandang dan longsor mesti menangani 18 kabupaten atau kota.
"Kami sampaikan misalkan di Sumatera Barat, satu kantor besar meng-cover 18 kabupaten/kota dengan jumlah personel yang ada juga sangat terbatas," katanya.
Di sisi lain, Syafii mengatakan bahwa Basarnas memang memiliki kemampuan menjadi SAR Mission Coordinator.
Baca Juga: Kepala BNPB Suharyanto Hanya Minta Maaf ke Bupati Tapsel, Bukan ke Korban Terdampak Banjir Bandang
Aman, tetapi tidak mungkin untuk melaksanakan seluruh tugas penyelamatan.
"Sehingga yang kami lakukan bahwa kami harus dibantu oleh seluruh potensi. Artinya potensi SAR itu yang paling dasar itu siapa? Adalah seluruh warga negara yang tidak terdampak," jelasnya.
Atas dasar itu, Syafii mengharapkan warga yang tidak terdampak bisa mengambil tindakan awal sambil menunggu tindakan khusus dari lembaga atau badan yang berkepentingan.
"Khususnya kami adalah yang berkepentingan terhadap penanganan khusus kedaruratan operasi dalam operasi SAR," demikian Syafii.***




