POJOKSATU.id - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sebuah truk penuh muatan kayu gelondongan digulingkan warga saat melintas di kawasan yang diduga berada di Ajibata dan Parapat, Sumatera Utara.
Kejadian itu sontak menyulut emosi warga yang belum lama ini porak-poranda dihantam banjir bandang.
Belum pulih dari trauma, kini mereka kembali dibuat naik darah oleh aksi sebuah truk yang dengan entengnya mengangkut kayu dalam jumlah besar.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Dalam video yang beredar, puluhan warga terlihat berkumpul di pinggir jalan. Begitu truk itu melintas, suasana langsung memanas.
Tanpa banyak bicara, warga kemudian bersama-sama mendorong hingga truk tersebut terguling, membuat kayu gelondongan berserakan di jalan.
Teriakan protes dan amarah terdengar jelas, mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap aktivitas pengangkutan kayu yang dianggap biang kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Langkah Wajib KPM Saat Diverifikasi Ulang Agar Bansos Tetap Aman
Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Saat banjir bandang menerjang Sumut beberapa waktu lalu, kayu gelondongan menjadi salah satu penyebab parahnya kerusakan.
Aliran air yang membawa tumpukan kayu besar membuat rumah-rumah hancur, akses terputus, dan banyak wilayah lumpuh total.
Warga yang masih berjibaku memulihkan diri kini merasa seolah-olah masalah itu tak pernah dianggap serius.
Warga menilai keberadaan truk pengangkut kayu di tengah masa pemulihan adalah tindakan yang tidak memiliki empati.
Mereka mempertanyakan keberanian sopir truk melintas membawa muatan sebesar itu, seakan-akan tak peduli dengan luka dan kerusakan yang baru saja dialami warga sekitar.
Menariknya, meski truk digulingkan, tidak terlihat sosok sopir maupun kernetnya. Diduga keduanya sudah lebih dulu kabur mengetahui situasi memanas.
Warga semakin geram karena tidak ada pihak yang bisa dimintai penjelasan langsung terkait asal-usul kayu tersebut maupun tujuan pengangkutannya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kejadian tersebut.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Langkah Wajib KPM Saat Diverifikasi Ulang Agar Bansos Tetap Aman
Meski begitu, video itu sudah terlanjur menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya.
Ribuan komentar bermunculan, mulai dari yang mendukung aksi warga hingga yang mempertanyakan keberadaan truk kayu saat kondisi wilayah masih dalam masa pemulihan bencana.
Sebagian besar netizen justru menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan warga.
Mereka menilai aksi spontan itu sebagai bentuk frustrasi atas kegiatan eksploitasi yang dianggap merusak lingkungan dan memperburuk risiko bencana.
“Kalau tidak digituin, mereka tidak akan kapok,” tulis salah satu komentar yang disukai ribuan pengguna.
Fenomena ini kembali mengangkat diskusi soal pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas penebangan dan pengangkutan kayu di kawasan rawan bencana.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Langkah Wajib KPM Saat Diverifikasi Ulang Agar Bansos Tetap Aman
Publik berharap aparat segera turun tangan, tidak hanya untuk mengusut kejadian ini.
Tetapi juga memastikan tidak ada lagi aktivitas yang membahayakan keberlangsungan lingkungan di Sumatera Utara.***




