POJOKSATU.id, JAKARTA – Identitas sebagian korban kecelakaan maut bus di Tol Cikampek KM 58 sudah dikenali. Dua dari 12 korban meninggal ternyata ayah dan anak lelakinya.
Ternyata sopir Grand Max yang meninggal itu bernama Ukar Karmana dan kebetulan di dalam mobil itu ada anak lelakinya Sendi Handian yang merupakan pelajar SMK.
Selain Ukar Karmana dan Sendi Handian, dua penumpang lagi yang sudah dikenali identitasnya adalah Zihan Windiansyah dan Rizky Prasetya.
Kepala Desa Tanjungjaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Fik Hidayat, mengaku mendapat kabar bahwa 4 dari 12 penumpang meninggal adalah warganya. Keempatnya merupakan warga Dusun Karanganyar.
Berdasarkan data yang dia terima, keempat warganya ialah Ukar Karmana (sopir), Zihan Windiansyah, Sendi Handian, dan Rizky Prasetya. Menurutnya, Rizky dan Zihan selama ini bekerja di klinik gigi.
Sementara Ukar dan Sendi merupakan ayah dan anak.
Fik menuturkan kini keluarga korban sudah berada di RSUD Karawang untuk mengikuti proses identifikasi jenazah.
Baca Juga: Malam-malam, Kapolres Madina Lakukan Tes Urine Sopir Angkutan, Tak Disangka Hasilnya Ini
Fik menyebutkan keempat korban masih keluarga. Fik menyebutkan warganya mudik bersama dari Jakarta ke Ciamis.
Diketahui, sebanyak 12 orang terdiri dari tujuh laki-laki dan lima perempuan meninggal dalam kecelakaan maut di Kilometer 58 jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4/2024).
Diduga ada anak-anak yang juga menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.
"Kemungkinan diduga anak-anak ada yang kita evakuasi dari bagian belakang Gran Max. Itu kita lihat dari ukuran tubuhnya," ungkap Kepala Unit SAR Karawang, Daniel Nasution, Senin (8/4/2024).
Daniel menegaskan semua korban yang meninggal berasal dari mobil Granmax. Mereka diduga terjepit dan terbakar.
Para korban pun diketahui mengalami luka bakar. Proses mengeluarkan tubuh korban membutuhkan waktu yang tak sebentar.
"Ada beberapa korban yang terjepit itu di bagian depan, sepertinya sopir penumpang yang di depan. Makanya kita lakukan pemotongan bodi motor dulu untuk mengeluarkan korban," ujar dia.***




