POJOKSATU.id, TUBABA – Proyek pembangunan jembatan di Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang bersumber dari Dana Desa (DD), menuai sorotan warga. Pekerjaan yang belum genap setahun rampung ini diduga tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi terjadi mark-up anggaran.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jembatan yang berlokasi di RT 07 Suku 3 itu dibangun dengan anggaran Rp89.780.000 untuk ukuran 3 x 5 meter. Ironisnya, meski baru selesai beberapa bulan lalu, sejumlah bagian jembatan sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan tersebut. Menurutnya, nilai anggaran yang digelontorkan tidak sebanding dengan hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan.
"Kalau melihat hasilnya, sangat tidak wajar. Anggarannya besar, tapi kualitasnya begini. Kami menduga ada permainan dalam pelaksanaan proyek," ujarnya, Rabu 6 Agustus 2025.
Warga tersebut menambahkan, indikasi penyalahgunaan anggaran atau dugaan korupsi dalam proyek ini cukup mencolok. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tubaba untuk segera melakukan investigasi.
“Kami berharap APH dan Dinas PMD turun langsung memeriksa. Jangan sampai Dana Desa digunakan seenaknya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pembangunan di tiyuh ini harus transparan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. ***




