POJOKSATU.id – Kabut duka tiba-tiba menyelimuti lingkungan perbankan di Jawa Barat saat sosok yang dipandang sebagai “anak kandung” Bank bjb berpulang.

Usia baru menapaki angka 52 tahun, namun perjalanan kariernya yang singkat namun kilat serta penunjukan sebagai Direktur Utama baru-baru ini.

Membuat kepergian Yusuf Saadudin terasa begitu mengejutkan dan menyisakan keheningan yang berat.

Baca Juga: Mahasiswa UPI Ciptakan Motor Hidrogen Ramah Lingkungan, Bisa Tempuh 428 Km

 

Pengangkatan yang baru saja terjadi

Yusuf resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama pada 16 April 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank bjb.

Sebelumnya ia telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dirut sejak 11 Maret 2025, menggantikan pendahulu yang mundur.

Baca Juga: Mahasiswa UPI Ciptakan Motor Hidrogen Ramah Lingkungan, Bisa Tempuh 428 Km

Masa jabatan yang tergolong baru ini membuat kabar berpulangnya lebih terasa seperti kilatan petir di langit malam  cepat, tak terduga.

Memunculkan rasa kehilangan yang mendalam.

 

Jejak karier dan dedikasi

Pria kelahiran Bandung tahun 1973 ini menyelesaikan studi Sarjana Akuntansi di Universitas Padjadjaran pada 1999.

Baca Juga: Dari Pabrik Mi Instan sampai Tambang Batu Bara: Inilah Para Raksasa yang Membayar Pajak Terbanyak

Lalu melanjutkan Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis di tempat yang sama pada 2015.

Kariernya di Bank bjb dimulai sekitar 2019 sebagai Pemimpin Divisi KPR & KKB, kemudian menanjak ke Divisi Kredit Konsumer (2021-2024)

Dan Direktur Konsumer & Ritel (2024-2025) sebelum akhirnya dipercayakan memimpin seluruh Bank bjb.

Selama berada di pucuk pimpinan, ia dikenal mendorong modernisasi layanan digital, penguatan struktur permodalan.

Baca Juga: Tiga Peneliti UNDIP Raih Anugerah Riset Pembangunan Jawa Tengah 2025

Serta memperluas kemitraan strategis yang dinilai penting bagi daya saing bank daerah di tengah kerasnya industri keuangan.

 

Saat kepergian itu tiba

Malam itu, Jumat dini hari tanggal 14 November 2025, sekitar pukul 00.29 WIB, Yusuf menghembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Bandung.

Berita itu seketika mengguncang internal bank, karyawan dan mitra kerja yang masih segar merasakan visi barunya kini.

Harus menerima kenyataan pahit bahwa pemimpin yang baru saja diangkat itu tak lagi bersama.

Baca Juga: Mahasiswa UPI Ciptakan Motor Hidrogen Ramah Lingkungan, Bisa Tempuh 428 Km

Seorang pemimpin yang baru menginjak pijakan penuh selama beberapa bulan, namun mengukir jejak besar dalam waktu singkat.

Meskipun masa kepemimpinannya relatif singkat, warisan kepemimpinan Yusuf tinggal kuat.

Rasa tanggung jawab terhadap pengembangan talenta, upaya memperkuat budaya kerja unggul, dan orientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: Mahasiswa UPI Ciptakan Motor Hidrogen Ramah Lingkungan, Bisa Tempuh 428 Km

Kini, warisan itu akan diuji oleh bagaimana Bank bjb melanjutkan transformasi yang sempat dikomando oleh pemimpin yang berpulang terlalu cepat.

Kepergian mendadak ini menyisakan pertanyaan dan duka.

Bukan hanya bagi Bank bjb, tapi juga bagi industri perbankan daerah yang kehilangan salah satu figur yang tengah dipercaya membawa angin baru.***