POJOKSATU.id - Sebuah cerita yang cukup mengejutkan ramai diperbincangkan di media sosial.
Seorang wanita mengaku kehilangan handphone miliknya di loker mesin charger yang berada di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, meski loker tersebut dalam kondisi terkunci.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram bernama @aalyaaamp.
Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman yang menurutnya cukup membuat panik saat sedang berada di area masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Awalnya situasi terlihat normal seperti biasanya. Saat itu ia memutuskan untuk mengecas handphone di mesin loker charger yang memang disediakan bagi para pengunjung Masjid Istiqlal.
Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung menyimpan ponsel di dalam loker sambil mengisi daya baterai.
Setiap loker dilengkapi sistem kunci sehingga barang yang disimpan di dalamnya diharapkan tetap aman.
Ia pun memasukkan handphonenya ke dalam salah satu loker dan mulai mengecas perangkat tersebut sekitar pukul 12.05.
Setelah itu ia meninggalkan area mesin charger untuk melakukan aktivitas lain di sekitar masjid.
Namun kejadian yang tidak diduga justru terjadi hanya dalam waktu singkat.
Sekitar pukul 12.10 atau selang kurang lebih lima menit kemudian, ia kembali ke lokasi loker untuk mengambil ponselnya.
Saat membuka loker tersebut, ia langsung merasa ada yang tidak beres.
Handphone yang sebelumnya sedang dicas ternyata sudah tidak ada di dalam. Loker tersebut justru terlihat kosong.
Hal yang membuatnya semakin bingung, di bagian luar loker terlihat ada dua kunci yang menggantung.
Padahal sebelumnya ia hanya menggunakan satu kunci saat mengunci loker tersebut.
Menyadari handphonenya hilang, ia langsung panik dan berusaha mencari bantuan.
Ia kemudian mendatangi pihak event yang berada di sekitar lokasi untuk meminta bantuan menghubungi petugas keamanan.
Namun menurut pengakuannya, respons yang diterima saat itu dirasa belum memberikan solusi yang jelas untuk menelusuri keberadaan handphone miliknya.
Ia juga sempat menanyakan soal kamera pengawas atau CCTV di area mesin charger tersebut.
Akan tetapi ia mengaku mendapat informasi bahwa posisi kamera tidak mengarah langsung ke bagian loker tempat ia menyimpan ponselnya.
Kondisi itu membuat proses pengecekan menjadi lebih sulit.
Selain itu, ia juga menyebut saat kejadian tidak terlihat ada petugas yang berjaga di sekitar mesin loker charger tersebut.
Dari situlah muncul dugaan bahwa ada kemungkinan seseorang dapat membuka loker tersebut dengan cara tertentu.
Ia menduga sistem kunci yang digunakan mungkin saja bisa digandakan sehingga memungkinkan orang lain membuka loker dengan mudah.
Cerita tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang merasa heran karena kejadian itu berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan lima menit.
Sebagian netizen juga menyoroti pentingnya pengawasan pada fasilitas loker yang digunakan oleh pengunjung.
Beberapa di antaranya bahkan menandai akun kepolisian di kolom komentar dengan harapan kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti.***




