POJOKSATU.id, SIBOLGA—Banyak mayat diduga masih bergelimpangan di jalan lintas Sumatera antara Sibolga-Tarutung, Sumatera Utara, yang belum dievakuasi petugas.
Beberapa truk bertonase besar juga terlihat tertimbun longsor di jalan lintas Sumatera, Tapanuli Tengah, yang menghubungkan Tapanuli Utara ke Kota Sibolga ini.
Dari liputan salah satu media nasional dari udara, terlihat beberapa truk masuk tertimbun longsor di jalan lintas ini.
Sementara dari rekaman video jarak dekat yang diunggah Instagram mang_gosip, terlihat belasan truk tertimbun longsor, sementara di jalan dan di sekitar truk, banyak mayat ditemukan.
Mayat-mayat ini diduga supir dan kernet truk yang saat kejadian melintas di lokasi antara Tapanuli Utara dan Kota Sibolga.
“Masih banyak korban dan tempat belum terevakuasi, mayat di jalan Tarutung menuju Sibolga,” unggah narasi video mang_gosip seperti dilihat Rabu (3/12).
Dari unggahan video lain mang_gosip, terlihat satu jenazah dievakuasi warga dari samping truk. Mayat ini disebut merupakan supir dari truk tersebut.
Lokasi berada di Desa Parsingkaman Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Update Terbaru Korban Bencana Banjir dan Longsor Hari ke-8, Kota Sibolga 47 Orang Tapteng 86 Jiwa
“Korban Longsor Sumatera, kecamatan adiankoting, Desa Parsingkaman. Kejadian Tgl 25 November. Baru bisa dievakuasi saat ini tgl 2 (Desember). Korban 3 orang dan masih tersisa 1 orang yang belum ditemukan,” jelas narasi video ini.
“Cepat sehat dan pulih Kampung Sumut dan Sekitarnya,” jelasnya lagi dilihat Rabu (3/12).
Korban Tewas Sumut 298 Orang
BPBD Sumut kembali melaporkan jumlah korban dalam bencana banjir dan longsor di Sumut.
Hingga pukul 08.00 WIB, Rabu (3/12), dilaporkan jumlah korban tewas mencapai 298 orang dan sebanyak 169 orang masih dinyatakan hilang.
"Data sementara meninggal dunia 298 orang, hilang 169 orang," tulis laporan BPBD Sumut yang dikirim Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
Jumlah korban tewas paling banyak saat ini ada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan jumlah 86 orang dan hilang 112 orang.
Kemudian ada Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan jumlah 79 orang tewas dan 35 orang hilang.***




