POJOKSATU.id - Situasi banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara kembali memunculkan cerita yang menyita perhatian publik.
Di tengah upaya para relawan dan pihak berwenang untuk memulihkan kondisi masyarakat.
muncul kabar mengejutkan mengenai dugaan pungutan liar atas layanan internet gratis Starlink yang sebenarnya.
Diberikan sebagai bantuan bagi para korban banjir yang kesulitan mendapatkan akses sinyal.
Isu ini pertama kali mencuat dari unggahan di akun Facebook bernama @narraarraesya.
Dalam unggahannya, ia membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang yang mengaku.
Mengetahui bahwa layanan internet Starlink yang dipasang di salah satu titik pengungsian ternyata dipungut biaya.
Baca Juga: Soal Bandara IMIP Luhut Bilang Saya Cuma Izin Domestik! Ya Terus Internasionalnya Darimana, Pak?
Nominal yang diminta pun cukup spesifik, yakni Rp20 ribu untuk penggunaan selama satu jam. Informasi inilah yang langsung memicu tanda tanya besar dan kemarahan warganet.
Pemilik akun menuturkan bahwa ia awalnya hanya ingin mengabari keluarganya di luar Aceh pada tengah malam, sekitar pukul 12.
Seperti warga lain yang terdampak banjir, sinyal telekomunikasi di daerah tersebut sempat terputus.
Sehingga keberadaan internet Starlink menjadi satu-satunya akses komunikasi yang dapat diandalkan.
Baca Juga: Setelah Diperjuangkan, Tunjangan Sertifikasi PPPK Paruh Waktu Diberikan, Tapi Wajib Penuhi 8 Syarat!
Namun, saat hendak menggunakan jaringan WiFi tersebut, ia justru diminta membayar terlebih dahulu sebelum diberikan kata sandi.
Padahal, layanan itu diketahui sebagai bantuan untuk warga dan seharusnya digunakan secara gratis.
Dalam percakapan yang ia unggah, terlihat bagaimana ia mempertanyakan apakah ada bukti pembayaran atau tanda terima resmi untuk pungutan tersebut.
Jawaban yang diterimanya justru membuat keadaan semakin janggal.
Baca Juga: Soal Bandara IMIP Luhut Bilang Saya Cuma Izin Domestik! Ya Terus Internasionalnya Darimana, Pak?
Pihak yang meminta pembayaran itu mengakui bahwa tidak ada struk atau bukti apa pun.
Hal inilah yang membuat pemilik akun semakin yakin bahwa pungutan tersebut tidak sah dan cenderung mengarah pada tindakan ilegal.
Merasa ada yang tidak beres, ia kemudian memutuskan untuk menyebarkan pengalaman itu ke berbagai media sosial. Salah satu platform yang ia gunakan adalah X (Twitter).
Dan ia turut menandai akun Elon Musk dalam unggahannya dengan harapan ada penjelasan atau perhatian lebih terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas Starlink tersebut.
Langkah ini semakin membuat isu pungli tersebut viral dan diperbincangkan banyak orang.
Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa sebenarnya pihak yang meminta pungutan.
Di titik mana persisnya kejadian itu berlangsung, serta bagaimana mekanisme pungutan tersebut dilakukan.
Baca Juga: PPPK Belum Setahun Kerja Tetap Kantongi Gaji ke-13, Ini Syarat Resmi dan Rumus Pembayarannya
Tidak ada klarifikasi dari pihak pemerintah setempat maupun pengelola fasilitas bantuan. Ketidakjelasan ini justru membuat publik semakin geram.
Mengingat akses internet menjadi kebutuhan mendesak bagi para korban bencana untuk menghubungi keluarga atau mencari informasi penting.
Meski masih berupa dugaan, penyebaran cerita ini sudah cukup untuk memicu reaksi emosional dari para netizen.
Banyak yang mengecam tindakan tersebut karena dianggap memanfaatkan situasi darurat demi keuntungan pribadi.
Di tengah bencana, ketika warga sedang berjuang melewati masa sulit, munculnya pungli seperti ini tentu dianggap tidak hanya merugikan, tetapi juga tidak manusiawi.
Baca Juga: Setelah Diperjuangkan, Tunjangan Sertifikasi PPPK Paruh Waktu Diberikan, Tapi Wajib Penuhi 8 Syarat!
Kasus ini kini menjadi sorotan luas dan publik berharap pihak berwenang segera mengusut kebenarannya.
Yang jelas, peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa dalam setiap situasi bencana, pengawasan
Dan transparansi tetap menjadi hal penting agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan tanpa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.***




