POJOKSATU.id, SIBOLGA—Sudah lima hari pasca bencana atau hingga Sabtu (29/11) bantuan logistik belum menyentuh warga terdampak banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

Imbasnya, minimarket-minimarket dijarah warga yang lapar. Begitu juga gudang Bulog Sibolga mulai dimasuki warga.

Gudang Bulog berlokasi di Sarudik Tapteng atau perbatasan Kota Sibolga dengan Tapteng.

Sementara minimarket yang sudah dijarah antara lain di Simpang Tukka dan Sarudik Tapteng. Selain minimarket, beberapa rumah pribadi warga juga mulai dijarah.

Baca Juga: BNPB Tanggapi Kejadian di Sibolga Sebut Bukan Penjarahan Tapi Mereka Lagi Bertahan Hidup

Pimpinan Bulog Memahami Masyarakat

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyikapi peristiwa penjarahan itu.

“Kami memahami bahwa masyarakat, sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” kata Budi, Sabtu (29/11).

Peristiwa penjarahan terjadi sekitar pukul 15.50 WIB. Tiba-tiba massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga.

Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang.

Baca Juga: Viral! Nasabah Datangi Bank BRI Cabang Bima Bawa Uang Pelunasan, Pelunasan Ditolak, Agunan Dilelang?

Lalu massa mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang.

“Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan," jelas Budi.

Budi mengungkapkan bahwa pihak Bulog Sibolga sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri setempat untuk melakukan pengamanan.

Karena, jumlah massa lebih banyak. Sehingga peristiwa itu, tidak bisa terbendung dan terjadi penjarahan tersebut.

Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga.

Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kanwil Bulog Sumut dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat.

Disinggung berapa kerugian akibat penjarahan tersebut. Budi mengatakan belum bisa dihitung secara detail. Karena, komunikasi terbatas.

Namun, ia memastikan pasokan aman untuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), karena Bulog segera akan melakukan penambahan pasokan ke Bulog Sibolga.***