POJOKSATU.ID - Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Jakarta Utara pada Kamis (4/12/2025) pagi. dilansir dari Instagram @jakarta.terkini
Genangan air yang datang secara tiba-tiba ini merendam sejumlah kawasan seperti Cilincing, Penjaringan, dan Tanjung Priok.
Tidak hanya membanjiri jalanan umum, air pasang juga telah masuk ke permukiman penduduk hingga sejumlah sekolah di sekitar lokasi.
Baca Juga: Bupati Fauzi Bertindak! Gaji PPPK yang Hanya Rp 400 Ribu Dipastikan Naik Lewat Penyesuaian APBD
Fenomena banjir rob kali ini terjadi bersamaan dengan naiknya permukaan air laut yang menerjang pesisir.
Kondisi tersebut membuat air dengan cepat mengalir ke area padat penduduk. Sejumlah warga mengaku tak sempat mengantisipasi karena banjir datang lebih cepat dari biasanya.
Beberapa rumah sudah terendam sejak pagi, memaksa warga memindahkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi.
Di wilayah Permukiman Cilincing, air rob masuk ke gang-gang kecil dan merendam halaman rumah hingga ke bagian dalam.
Warga, terutama orangtua dan anak-anak, terlihat kerepotan mengamankan perabotan rumah tangga.
Aktivitas pagi yang biasanya berjalan normal berubah menjadi upaya menyelamatkan barang dari rendaman air.
Sementara itu di Penjaringan, sejumlah sekolah ikut terdampak. Air setinggi mata kaki hingga betis masuk ke area sekolah, mengganggu kegiatan belajar.
Beberapa guru dan staf sekolah terlihat mengevakuasi perlengkapan kelas dan peralatan elektronik agar tidak rusak.
Ada juga sekolah yang memilih menunda kegiatan belajar mengajar karena kondisi tidak memungkinkan.
Di kawasan Tanjung Priok, genangan air membuat akses jalan utama tersendat. Kendaraan yang melintas harus melambat karena tingginya air yang menutupi sebagian badan jalan.
Baca Juga: GEGER! Truk Aqua Nyaris Terguling di Ciater, KDM Turun Sidak, Sopir 65 Tahun Ungkap Fakta Kelam!
Para pengendara sepeda motor terpaksa berjalan kaki sambil mendorong kendaraan agar tidak mogok.
Warga yang berangkat bekerja pun mengalami keterlambatan akibat terjebak banjir rob.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa banjir rob kali ini lebih cepat dan lebih tinggi dari beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Nenek Penjual Makanan di Cikarang Ditipu Uang Rp 50 Ribu Palsu, Warga Geram Tangkap Pelaku
Mereka berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat seperti pemasangan pompa tambahan atau pembuatan tanggul sementara untuk mencegah air semakin masuk ke permukiman.
Warga khawatir jika air terus naik, barang-barang rumah tangga dan perabotan sekolah dapat mengalami kerusakan lebih besar.
Banjir rob merupakan peristiwa tahunan yang kerap menghantam pesisir Jakarta Utara.
Namun setiap kemunculannya tetap membawa dampak signifikan terhadap aktivitas warga, mulai dari kegiatan belajar, pekerjaan, hingga akses transportasi.
Baca Juga: Panen Jagung Hibrida di Anggadita, BUMDes dan Polisi Kompak Dukung Pangan 2025
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa faktor pasang air laut masih menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir Jakarta.
Hingga siang hari, warga terus berupaya mengurangi dampak banjir dengan membuat jalur aliran air dan membersihkan sisa genangan.
Mereka berharap banjir segera surut agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.***




