POJOKSATU.ID - Puncak arus balik terjadi berbarengan dengan puncak siklus banjir rob di Jalur Pantura, Demak, Jawa Tengah.
Hal ini menyebabkan sejumlah kendaraan mogok akibat mati mesin.
Seiring dengan berakhirnya masa libur lebaran, arus kendaraan yang melintas di Jalur Pantura juga semakin meningkat.
Meski telah dilakukan pengalihan arus lalu lintas namun kemacetan masih terjadi akibat banjir rob yang menerjang Jalur Pantura, Demak sejak Minggu (6/4) sore.
Kondisi ini menyebabkan arus lintas kendaraan balik yang semula padat lancar berubah menjadi tersendat.
Ketinggian banji rob di jalur Pantura ini mencapai hingga 50 cm di beberapa titik.
Baca Juga: Kronologi: Rugi Besar Akibat Mogok Kerja, PT Yihong di Cirebon PHK Massal
Polres Demak pun menyiagakan 20 personel untuk menangani kemacetan yang terjadi di lokasi banjir.
Para petugas pun bertindak sigap dengan menderek mobil dan sepeda motor yang mogok di tengah genangan banjir.
Tingginya genangan air memaksa kendaraan yang melintas dari Demak menuju Semarang dan sebaliknya harus berjalan pelan dan merayap.
Untuk mengatasi kemacetan dilakukan rekayasa arus lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan dari arah Demak ke Semarang melewati jalur Onggorawe, Bulusari dan Semarang.
Sementara itu, BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang meramalkan banjir rob ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.***



