POJOKSATU.id – Banjir yang melumpuhkan jalur arus balik di Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, kembali menyoroti persoalan klasik infrastruktur yang belum tuntas, terutama saat musim mudik Lebaran.

Banjir yang merendam jalur utama arus balik dari Purwokerto menuju Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026, bukan sekadar bencana akibat cuaca ekstrem.

Peristiwa ini justru membuka kembali persoalan lama terkait kapasitas infrastruktur dan sistem drainase di kawasan rawan banjir.

Baca Juga: Trafik Data Naik 20 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Indosat Klaim Jaringan Tetap Stabil Layani Jutaan Pemudik

Hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes sejak sore hingga malam membuat Sungai Babakan meluap.

Air yang tidak tertampung akhirnya merendam kawasan Ketanggungan hingga mencapai ketinggian 250 sentimeter, yang disebut sebagai rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

Akibatnya, jalur utama yang menjadi akses vital saat arus mudik dan balik lumpuh total.

Baca Juga: Abdul Wahid Gubernur Riau Minta Tahanan Rumah di Sidang Perdana, Bawa-bawa Nama Yaqut, Tapi Ditolak KPK

Puluhan kendaraan pemudik terjebak, bahkan sebagian terendam banjir hingga setengah badan mobil.

Kondisi ini memaksa pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.

Pengendara dari arah Purwokerto menuju Jakarta dialihkan melalui Songgom menuju Jatibarang hingga ke jalur Pantura.

Sementara itu, kendaraan dari arah Jakarta menuju Purwokerto diarahkan keluar melalui Tol Pejagan.

Baca Juga: Dunia Diambang Krisis, Sekjen PBB Sebut Perang Timur Tengah Sudah di Luar Kendali dan Bisa Picu Dampak Global

Namun demikian, pengalihan arus ini dinilai belum sepenuhnya efektif karena volume kendaraan yang tinggi di masa arus balik.

Di sisi lain, kejadian ini memunculkan kritik dari masyarakat, termasuk dari warga lokal yang menilai banjir di Ketanggungan bukan kejadian baru.

Minimnya kapasitas sungai serta sistem pengendalian air disebut menjadi penyebab utama banjir terus berulang, terutama saat curah hujan tinggi.

Baca Juga: Diteriaki Maling oleh Debt Collector di Kuta Bali, Pria Asal Malang Dikeroyok Brutal hingga Mobilnya Dirusak Parah

Menariknya, di tengah kondisi darurat tersebut, warganet justru berperan aktif membantu menyebarkan informasi lokasi banjir dan kondisi jalan secara real time.

Sejumlah pengguna media sosial membagikan titik genangan hingga rute alternatif, membantu pemudik lain menghindari jalur terdampak.

Memasuki Kamis pagi, 26 Maret 2026, kondisi banjir mulai berangsur surut.

Namun, genangan air masih tersisa di beberapa titik dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 sentimeter, sehingga kendaraan sudah dapat melintas dengan hati-hati.

Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Dugaan Strategi Diam-diam KPK soal Yaqut, Tahanan Rumah Disebut Bukan Kebetulan

Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @mudik_id, ada beberapa kendaraan terendam banjir hingga ketinggian mencapai setengah tinggi body mobil.

“Saya di lokasi. Lokasi banjir ada di jalur utama, kalau di Google maps, lokasinya di Masjid Izzul Islam Ketanggungan,” tulis warganet dengan akun @kmfahriza.

“Jalur yang terendam 7 menit sebelum arah pintu masuk Tol Pejagan Brebes, lokasi pas jembatan besi pengkolan Pasar Ketanggungan dan Masjid Jami,” tulis akun @el_shobi.

Baca Juga: Sempat Dihujat Rp6 Juta, Pria Ini Bongkar Sudah Keluar Rp3,5 Miliar Tapi Belum Balik Modal

Sementara itu, dalam unggahan terbaru, sejak Kamis pagi, 26 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, dilaporkan bahwa banjir di Ketanggungan mulai surut.

“Masih terdapat jalan yang tergenang banjir dengan ketinggian kurang lebih 5-10 Cm. Kendaraan bisa melintas walau masih ada genangan,” tulis keterangan dari unggahan @mudik_id. ***