POJOKSATU.ID — Akses menuju kawasan terdampak banjir bandang dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga kini masih tertutup total.
Kondisi ini membuat ribuan warga di wilayah tersebut terisolir sejak bencana terjadi.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa jalur darat belum dapat dilalui.
Baca Juga: Kudeta Diam-Diam di PBNU? Gus Yahya Disebut Dicopot Lewat Surat Draf Tak Sah
Sehingga satu-satunya cara menyalurkan bantuan adalah melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules.
Menurut Bobby, jalur darat saat ini tak memungkinkan dilewati.
"Yang paling pertama akses menuju ke sana ini masih tertutup, oleh karena itu akses yang paling bisa kita andalkan hari ini adalah dari udara," ujarnya saat rapat koordinasi dengan Forkopimda, Kamis (27/11/2025).
Pemprov Sumut berkomitmen membiayai seluruh biaya bahan bakar dan logistik yang akan dikirim via udara.
Baca Juga: DPR Siapkan Bab Anti Bullying di RUU Sisdiknas, Upaya Tangani Darurat Kekerasan di Sekolah
Bobby menyoroti kondisi warga yang semakin mendesak.
Di beberapa laporan media sosial, sebagian warga disebut sudah kekurangan bahan makanan karena bantuan belum bisa masuk.
Oleh sebab itu, ia meminta seluruh kebutuhan logistik yang akan dikirimkan melalui udara segera dipenuhi agar proses distribusi berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: Kabar Baik Guru Honorer! Pemerintah Naikkan Insentif & Pemangkasan Jam Mengajar 2026
Selain pengiriman udara, pemerintah juga tengah mengupayakan pembukaan kembali akses darat menuju Sibolga dan Tapteng.
Bobby menjelaskan bahwa alat berat milik Dinas PUPR dan Kodam I/Bukit Barisan telah diberangkatkan ke lokasi terdampak melalui unit pelaksana teknis terdekat.
Upaya ini dilakukan untuk menyingkirkan material longsor yang menutup jalan serta memperbaiki ruas-ruas yang rusak.
Baca Juga: Bandara IMIP Disorot Keras! Bahlil Dinilai Cuci Tangan, Isu Tambang Ilegal Makin Panas
Ia menyebut bahwa akses menuju Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan masih bisa dilalui, tetapi hanya jalur menuju Sibolga dan Tapteng yang benar-benar terisolir.
Material longsor yang menumpuk membuat kendaraan, termasuk bantuan darat, tidak dapat melintas.
Karena itu, pembukaan akses jalan menjadi prioritas agar proses evakuasi dan bantuan lanjutan bisa berjalan lebih cepat.
Bobby berharap jalur darat menuju kedua daerah dapat dibuka dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
Ia menilai percepatan perbaikan jalan sangat penting untuk memperlancar penyaluran bantuan dan memudahkan masuknya alat berat tambahan.
Baca Juga: Miris Banget, Ada Guru Digaji Rp 300 Ribu Sebulan,Baru DPR Gerak Cepat Setelah Viral
Semakin cepat akses dibuka, semakin besar peluang mempercepat proses penyelamatan korban serta pemulihan wilayah terdampak.
Di tengah kondisi darurat ini, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah merusak infrastruktur vital dan memutus jalur evakuasi.
Pemprov Sumut memastikan bahwa seluruh unsur, baik pemerintah pusat maupun daerah, sedang bekerja maksimal untuk mengatasi situasi.***




