POJOKSATU.ID - Puluhan warga Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, melakukan aksi perusakan terhadap bangunan dapur MBG pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 10.40 WITA.
Insiden tersebut diduga dipicu penolakan masyarakat terhadap pembangunan dapur yang disebut berdiri di atas lahan berstatus tanah wakaf.
Peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polsek Suralaga.
Berdasarkan informasi sementara, warga menilai lokasi pembangunan dapur MBG berada di atas tanah wakaf yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan keagamaan atau sosial sesuai peruntukannya.
Sejumlah warga mendatangi lokasi proyek sebelum akhirnya meluapkan protes dengan merusak bagian bangunan dapur.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti tingkat kerusakan maupun besaran kerugian material akibat kejadian tersebut.
Kepala Desa Paok Lombok, H. Abdurrasyid, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden perusakan itu.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut masih dalam proses mediasi antara pihak terkait bersama tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, pemerintah desa berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Dialog dan musyawarah tengah dilakukan untuk mencari titik temu atas polemik status lahan yang dipersoalkan warga.
Sejumlah tokoh masyarakat juga disebut telah dilibatkan guna memastikan permasalahan diselesaikan secara damai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan dapur MBG maupun kejelasan legalitas lahan yang disengketakan.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut status tanah wakaf yang secara hukum memiliki aturan ketat dalam pemanfaatannya.
Tanah wakaf umumnya diperuntukkan bagi kegiatan ibadah, pendidikan, atau kepentingan sosial sesuai amanat pemberi wakaf.
Baca Juga: Kapolres Terlibat Narkoba, Mahfud MD Sebut Ini Masalah Lama, Sistem Komando Sudah Tidak Efektif!
Belum diketahui apakah pembangunan dapur MBG tersebut telah melalui proses perizinan dan verifikasi status lahan secara menyeluruh.
Aparat setempat dikabarkan masih melakukan pendalaman untuk memastikan duduk perkara dan mencegah potensi gesekan lanjutan di tengah masyarakat.
Situasi di lokasi kini dilaporkan berangsur kondusif, meski pengawasan tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Baca Juga: Lebih Mudah dan Praktis, Yuk Cari Tahu Cara Hubungi Nomor WA Indodana Finance Resmi
Pemerintah desa bersama aparat keamanan diharapkan segera memberikan kejelasan agar polemik ini tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.
Perkembangan lebih lanjut mengenai legalitas lahan dan kelanjutan pembangunan dapur MBG masih menunggu hasil mediasi dan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.***




