POJOKSATU.id - Pengamat politik Rocky Gerung ikut buka suara terkait kasus yang menyeret nama Gus Miftah.

Kasus ini mencuat setelah video Gus Miftah yang melontarkan ucapan kasar kepada penjual es teh viral di media social.

Melihat hal tersebut, Rocky Gerung pun mengakui bahwa dirinya juga kerap melontarkan kata-kata yang dinilai kasar.

Namun Rocky menegaskan bahwa ada perbedaan tujuan antara tindakannya dengan Tindakan yang dilakukan oleh Gus Miftah.

Baca Juga: Jawab Protes Netizen, Rocky Gerung Beberkan Alasan Lebih Sering Beri Kritikan Tajam ke Jokowi daripada Prabowo

Rocky menjelaskan bahwa ia kerap menggunakan istilah kasar seperti dungu sebagai bentuk kritikan terhadap penguasa.

Kata-kata tersebut disampaikan oleh Rocky sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak adik bagi rakyat.

"Setiap hari saya satirekan,mendungu-dungukan,tetapi mendungukan orang yang punya kuasa, orang yang menghina kita gitu," ungkap Rocky Gerung, dikutip dari YouTube pribadinya, Kamis (5/12/2024).

Rocky menambahkan bahwa kekesalannya terhadap penguasa muncul karena kebijakan yang menurutnya kerap kali tidak berpihak kepada rakyat, terutama rakyat kecil.

"Kalau saya mendungukan penguasa itu karena saya kesal dan jengkel karena mereka membuat kebijakan yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat," imbuhnya.

Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Jadi Rp10 Per Anak, Rocky Gerung: Itu Mengurangi Nutrisi Anak

Rocky mendorong masyarakat untuk terus kritis terhadap pemerintah.

Ia menegaskan bahwa penguasa dan juga pemerintah layak untuk mendapatkan kritikan karena keputusan yang mereka buat langsung berdampak pada nasib rakyat.

Sementara itu, Rocky menghimbau agar masyarakat untuk bersikap baik dan sopan kepada orang-orang yang ada di bawahnya.

"Kritis ke atas bukan ke Bawah,persoalkan semua hal yang menyebabkan ketidakadilan kepada rakyat, pada mereka kita boleh ajukan sekasar-kasarnya apa aja itu, karena mereka punya kekuasaan yang mampu membuat rakyat menderita," ungkapnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil-Suswono Kalah di Perhitungan Quick Count Pilkada DKI Jakarta 2024, Rocky Gerung: Jokowi Tekor Banyak

"Terhadap elite anda harusnya bersikap angkuh, atau kritis, terhadap mereka yang ada di Bawah kita harusnya menyapa supaya mereka tidak merasa tertinggal, tidak terhina secara sosiolinguistik," pungkasnya.

Kasus Gus Miftah berkata kasar kepada penjual es teh ini ternyata berbuntut Panjang.

Karena seperti diketahui bahwa Gus Miftah saat ini menjabat sebagai staf khusus presiden.

Gus Miftah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden dalam bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Jadi tidak heran jika dengan viralnya kasus tersebut nama Presiden Prabowo ikut terseret.

Baca Juga: Dibongkar Rocky Gerung! 'Kesalahan' Timses Ridwan Kamil-Suswono yang Justru Jadi Berkah Bagi Pendukung Pramono Anung

Partai Gerindra pun dalam unggahannya menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Gus Miftah tidak sesuai dengan ajaran dari Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo dinilai sangat menghormati pedagang kaki lima.

Lewat utusannya, Presiden Prabowo sudah meminta Gus Miftah untuk mengucapkan permintaan maaf kepada penjual es teh tersebut.

Dan kabar terbaru menyebutka bahwa Gus Miftah tidak hanya meminta maaf tetapi juga memberikan hadiah umroh kepada si penjual es teh.

***