POJOKSATU.id, JAKARTA – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang ditutup pemerintah selama 12 jam imbas letusan Marapi, Jumat (5/1).

Bandara Minangkabau ditutup Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VI, Padang, sejak pukul 10.45 WIB hingga 22.00 WIB, Jumat.

Padamulanya, hanya akan ditutup sampai pukul 4 sore saja, namun diperpanjang hingga pukul 10.00 malam.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI – Padang mengatakan, penutupan dilakukan sebagai akibat Gunung Marapi yang kembali erupsi Jumat pagi.

Baca Juga: Bupati Madina Dimintai Keterangan di Poldasu, Kadis Pendidikan Dollar Siregar Sudah Dibawa ke Medan

Namun, karena masih ada abu vulkanik di areal bandara, maka penutupan diperpanjang.

Penutupan operasional bandara dilakukan sebagai langkah mitigasi akibat adanya abu Gunung Marapi yang terdeteksi melalui pengamatan lapangan, berupa paper test yang dilakukan sejak pukul 07.00 WIB.

Penutupan bandara ini sebelumnya diumumkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) dengan Nomor B0030/24 NOTAMN mulai pukul 10.45 WIB dikarenakan alasan keselamatan penerbangan, terutama adalah sebaran abu vulkanik dapat membahayakan dan menghentikan kerja mesin pesawat terbang.

Baca Juga: Meski Tanpa Penonton, PSMS Siap Kandaskan Persiraja di Laga Perdana 12 Besar, Bakal Kemenangan Pertama Lawan Tim Luar Sumut?

"Dari hasil paper test dan melihat kondisi arah angin, penutupan kita perpanjang. Sementara ini sampai pukul 22.00 WIB,” kata Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VI – Padang, Capt Megi Helmiadi, Jumat (5/1/2024) dilansir detikcom.

“Areal bandara masih dipenuhi abu vulkanik Gunung Marapi," katanya lagi.

Penutupan ini mempengaruhi 29 penerbangan. Ke-29 penerbangan yang terdampak tersebut masing-masing 14 penerbangan datang dan 13 penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari BIM.

Sedangkan dua penerbangan lainnya sedang dalam perjalanan dari Batam dan Jakarta.***