POJOKSATU.ID, LANGKAT - Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap seorang balita yang jatuh ke Sungai Wampu Langkat, Minggu (26/03/2023) pagi lalu.

Tim SAR Gabungan tersebut terdiri dari Rescuer Basarnas Medan, BPBD Langkat, Polsek Stabat, Polairud Langkat, SAR MTA, Pemerintah setempat dan warga sekitar. Pencarian dilakukan menggunakan Perahu LCR milik Basarnas Medan dan BPBD Langkat, dimulai dari lokasi awal korban hanyut.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, mengatakan Selain menggunakan Perahu LCR, Personel Rescuer Basarnas Medan juga melakukan pencarian menggunakan alat Aqua eyes dan Underwater Searching Device (UWSD) yang berfungsi untuk mendeteksi posisi korban dibawah air.

"Alhamdulillah berkat Sinergitas dan koordinasi yang baik dengan seluruh unsur yang terlibat korban akhirnya ditemukan sore tadi sekitar pukul 16.55 Wib dalam keadaan meninggal dunia, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal korban hanyut. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga." ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Minggu, 26/03/2023 seorang balita laki-laki, bernama Muhammad Akbar (2,5) warga Jalan Dusun Payang Pinang Stabat hanyut terseret arus Sungai Wampu pasca motor yang dikendarai ayahnya korban jatuh ke sungai.

Kronologis kejadian bermula pada Minggu (26/03/2023) pagi sekitar pukul 05.30 wib, korban yang dibonceng oleh ayahnya berjalan dipinggir sungai, naas tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai terpeleset dan jatuh kesungai sehingga mengakibatkan ayah dan balita tersebut jatuh kesungai. Seketika korban langsung hilang terseret arus sungai namun Warga sekitar berhasil menyelamatkan ayah korban. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Seorang Kepala Keluarga di Langkat Nekat Lakukan Percobaan Bunuh Diri Membawa Istri dan Anaknya