POJOKSATU.id, JAKARTA-- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) akan menggelar Seminar Nasional atau Business Dialogue bersama dengan Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN.
Seminar yang rencananya akan digelar di Hotel Sahid Jakarta pada 25 Januari 2023 mendatang, juga akan menghadirkan beberapa pengusaha nasional sebagai pembicara.
Ketua Umum DPP HPN, Dede Supriyadi Arief mengatakan, seminar nasional ini bertujuan untuk perluasan akses pasar Indonesia ke negeri-negeri muslim dunia.
Seminar ini juga diyakini akan memberikan akses pasar internasional secara massif dan terukur, sehingga akan berdampak signifikan bagi recovery ekonomi serta meningkatkan kapasitas pengusaha muslim yang tergabung dalam HPN.
“Kita ingin tingkatkan dan perluas lagi pasarnya, karena pasar muslim di seluruh dunia sangat besar, belum dioptimalkan dengan baik dan disasar dengan lebih intensif dan serius, karena itu seminar ini kami adakan. Terima kasih atas support dan pendampingannya kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, semoga sinergisitas ini terus berjalan dengan baik,” kata Dede kepada wartawan, Jumat (20/1/2023).
Dede Supriyadi Arief menuturkan, melihat angka tersebut, jelas sekali gapnya masih sangat lebar.
Karena itu, dalam seminar ini nantinya akan dilakukan proses memperbaiki kapasitas anggota HPN, sehingga nantinya dapat menyerap setiap peluang ekspor ke Negara muslim
“Gap inilah yang nantinya akan kita persempit dengan intensitas pertemuan dan proses memperbaiki kapasitas anggota HPN sehingga dapat menyerap setiap peluang ekspor ke Negara muslim dengan baik dan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional DPP HPN, Heru Purnomo mengatakan seminar ini rencananya akan diikuti oleh 400 orang lebih anggota HPN dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui seminar ini, HPN juga ingin meneguhkan kembali spirit membangun kemandirian ekonomi untuk kemaslahatan bangsa dan negara.
“Dengan seminar ini pula kami berharap bisa memberikan lesson learn dan best practice dari beberapa pengusaha kepada anggota HPN agar proses transfer of experience berjalan dengan baik,” tutur Heru.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan adanya potensi yang dimiliki Indonesia diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan dengan peningkatan kontribusi ekspor.
Salah satunya khususnya produk ekspor Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika, seperti kelapa sawit dan turunannya.
“Saya lihat potensinya besar, hanya saja perlu kita tingkatkan akses pasarnya ke pasar muslim Dunia yang jumlahnya masih cukup besar dan potensial ditingkatkan,” katanya saat menerima kunjungan DPP HPN beberapa waktu lalu.
Diketahui, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) didirikan oleh para kiai dan pengusaha NU pada 14 Juli 2011 bertepatan pada 22 Rajab 1432 Hijriah.
HPN untuk mendata, menghimpun, d n mengembangkan kualitas, kapasitas, dan jejaring usaha pengusaha nahdliyin.
Saat ini HPN telah memiliki kepengurusan wilayah di 30 Propinsi dan kepengurusan cabang di 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, serta beberapa perwakilan di luar negeri.
Melalui PW dan PC, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) terus melakukan pendataan, dan saat ini sudah memiliki tak kurang 2 juta keanggotaan. (firdausi/pojoksatu)




