POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas Partai Golkar 2025 di Kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2025).

Di tengah-tengah sambutannya, Bahlil sempat menyinggung soal kebijakan pelarangan gas LPG 3 kg dijual pengecer. Kebijakan itu pun menuai kritik karena dinilai menyengsarakan rakyat.

Bahlil dalam acara itu juga menegur Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Patty Jaya, yang hadir dalam Rakernas Partai Golkar 2025.

“Wakil Ketua Komisi XII ada? Eh, Ketua Komisi 12 ada? Bapak sebagai Ketua Komisi XII yang utamanya Partai Golkar ngomong juga seperti ini,” kata Bahlil Lahadalia dalam acara itu.

Baca Juga: Uya Kuya Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Pesanggrahan, 3 Juta Anak Ditargetkan Terima Manfaat April 2025

Dia lantas menyinggung kepemimpinan Partai Golkar yang sedang diuji buntut kebijakan gas LPG kg yang menuai kritik publik tersebut.

Ia berharap para kader tidak mencari selamat sendiri-sendiri ketika Partai Golkar tengah menghadapi gelombang.

“Hati-hati, ini ibarat sebuah kapal. Jangan teman-teman pikir kapal ini memasuki karam. Justru di sinilah nakhoda kapal melihat ABK dan penumpang kapal siapa yang bersama-sama saya. Saya ingin mau tahu aja,” tegasnya.

“Justru di momentum seperti ini, ini juga dalam strata itu ada instrumen menguji mana ABK dan anak buah kapal yang taat pada tujuan kapal dan mana yang memang melihat kapal miring meloncat. Atau mendorong-dorong kapal agar segera terbalik. Bila perlu nakhoda selesaikan duluan gitu,” sambungnya.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa hal itu merupakan dinamika yang baginya adalah sebuah hal biasa. Sehingga, ia menganggap hal itu bukan suatu masalah yang besar.

“Cuma nahkoda yang satu ini kan sudah sering bermain di ombak-ombak itu. Jadi insya Allah, no problem. Nggak ada masalah, saya pikir,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Baca Juga: Sosok dan Jenjang Karier Kombes Hendy Kurniawan, Pernah Lecehkan Kopassus TNI Saat Kapolres

“Tapi itulah dinamika kita untuk Partai Golkar. Tapi saya yakinkan terhadap hal itu semua bahwa dinamika ini semakin mensolidkan kita, semakin perkokoh kita untuk mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Bahlil.

Politikus asal Papua itu lantas mengingatkan kewaspadaan akan adanya Abuleke dalam distribusi LPG yang membuatnya dikritik habis-habisan oleh masyarakat.

“Nah, Bapak-Ibu semua. Inilah yang sekarang kita lagi luruskan. Dari agen ke pangkalan itu pakai aplikasi, pakai sistem. Itu masih bisa kita tracking. Ini kan yang mendapat penugasan ini adalah Pertamina, Patraniaga. Tetapi dari pangkalan ke pengecer yang sekarang kita ubah menjadi sub pangkalan, ini nggak bisa kita ikuti,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menyinggung istilah Abuleke dalam pidatonya. Abuleke sendiri adalah bahasa Ambon yang berarti 'tukang tipu'.

Baca Juga: UKPPPG Periode 1 Tahun 2025, CEK KETENTUAN UNGGAH Perangkat Pembelajaran dan Video Praktik Pembelajaran, JADWAL LENGKAP dan Cek LINK PENTING Ini

“Ah, abuleke-nya itu terjadi di sini. Ini abuleke-nya ini terjadi di sini, Bapak-Ibu semua. Makanya saya menertibkan abuleke-abuleke ini. Semua harus tertib dengan memakai aplikasi. Tujuannya apa? Agar memastikan apa yang menjadi hak-hak rakyat di tingkat bawah itu kita lakukan,” tegasnya.

Meski begitu, Bahlil tetap meminta maaf kepada rakyat sebelum mengupayakan sub-sub pangkalan gas LPG kg.

“Kemarin ada sedikit yang kurang pas menurut saya dan saya sudah minta maaf kepada rakyat adalah sub sub pangkalan ini, pengecer ini tiba-tiba kita stop. Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan,” tuturnya.***