POJOKSATU.id – Ramai jadi perbincangan berbagai pihak, foto Bahlil Lahadalia dengan sebotol whisky Hibiki buatan Jepang mendapat sorotan dari pakar hukum tata Negara, Refly Harun.
Hebohnya foto Bahlil Lahadalia bersama whisky merek Hibiki tersebut tak lepas dari perhatian Refly Harun, hingga akhirnya sang pakar hukum pun berbicara.
Foto yang kini beredar di sosial media tersebut, memperlihatkan Bahlil Lahadalia tengah duduk di kursi sambil menelepon.
Tepat di samping kursi, terdapat meja yang memperlihatkan sebotol whisky Hibiki yang dikabarkan seharga hampir Rp 30 jutaan.
Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Penyuluh Agama Islam, Kemenag Luncurkan Program Wakaf Uang
Bahlil Lahadalia di foto tersebut tampak memakai baju putih dengan celana jeans biru serta kaos kaki hitam.
Sebagai tokoh publik, tentu viralnya foto Bahlil Lahadalia tersebut membuat banyak kalangan merasa malu, karena ia adalah sosok ketua umum partai yakni Golkar dan juga menteri ESDM.
Dengan jabatannya tersebut, publik pun menilai bahwa foto Bahlil Lahadalia yang viral bersama whisky Hibiki tersebut sangatlah tidak pantas dan tidak mencerminkan seorang pejabat Negara.
Whisky Jepang dengan merek Hibiki tersebut kini trending hingga viral jadi perbincangan publik dan warganet di sosial media.
Pakar hukum tata Negara, Refly Harun juga telah menyampaikan tanggapannya terkait viralnya foto Bahlil Lahadalia bersama whisky tersebut di YouTube channel-nya.
Baca Juga: Jaksa Terdakwa
Video dengan judul "Live Munas Golkar Digugat! Pencetus Raja JawaNikmati Whisky 29,5 Juta! Bahlil dalam Bahaya!", menjadi bentuk tanggapan Refly Harun terhadap foto Bahlil Lahadalia.
"Gila ya, di tengah kemiskinan rakyat Indonesia, seorang menteri yang katanya powerful malah menikmati whisky seharga Rp 29,5 juta," ungkap Refly Harun di video YouTube-nya dikutip POJOKSATU.id pada, Selasa 27 Agustus 2024.
Tidak hanya itu, Refly Harun juga menyampaikan tanggapan lain terkait foto Bahlil Lahadalia, dimana ia menyebut bahwa walaupun perilaku di foto tersebut mungkin dilakukan di ruang privat, publik figur seperti Bahlil ini sudah seharusnya menjaga citra dan etika.
"Pertama ini adalah minuman beralkohol, yang tentu haram hukumnya bagi seorang muslim. Kedua adalah harganya, di sini harganya di online, Rp 29,5juta," tambah Refly.
Refly Harun juga sangat menegaskan bahwa masalah utama dalam foto Bahlil Lahadalia ini yakni status Bahlil sebagai pejabat publik.
"Kalau dia tokoh publik saja bisa dipermasalahkan, apalagi ini pejabat publik. Kita perlu ada etika kenegaraan, ini contoh bagaimana etika itu dilanggar," pungkas tegas Refly.
Sampai saat ini pun, Bahlil Lahadalia belum memberikan klarifikasi mengenai foto yang diduga dirinya bersama whisky Hibiki tersebut.
Bahkan pihak partai Golkar pun sangat menantikan klasrifikasi dari Bahlil Lahadalia terkait foto dirinya bersama whisky yang kini viral itu.***



