POJOKSATU.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi dianugerahi Bintang Mahaputera Adipurna oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (25/8/2025).
Gelar kehormatan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi Bahlil di bidang investasi dan energi.
Jasa Luar Biasa di Bidang Energi dan Investasi
Dalam acara penganugerahan, pembawa acara menyebut Bahlil berjasa luar biasa melalui kebijakan hilirisasi mineral, penguatan investasi strategis, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Baca Juga: Seleksi Calon Anggota Baznas Periode 2025–2030 Resmi Dibuka Kemenag! Cek Persyaratannya!
Upaya tersebut dinilai mampu mendorong kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.
“Beliau berjasa luar biasa dalam bidang energi dan investasi melalui kebijakan hilirisasi mineral, penguatan investasi strategis, serta pengembangan energi baru terbarukan yang dipublikasikan. Sehingga meningkatkan kemandirian energi nasional,” ujar pembawa acara di Istana Negara.
Apa itu Gelar Bintang Mahaputera Adipurna?
Bintang Mahaputera Adipurna adalah kelas tertinggi dalam tanda kehormatan Bintang Mahaputera, yang merupakan tanda kehormatan negara tertinggi kedua setelah Bintang Republik Indonesia.
Penganugerahan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Gelar ini sebagai bentuk penghormatan negara yang sangat bergengsi, dianugerahkan hanya kepada tokoh dengan jasa pengabdian luar biasa bagi bangsa dan negara.
Baca Juga: Eco Driving: 9 Jurus Irit BBM, Aman, dan Ramah Lingkungan
Ucapan Terima Kasih Bahlil
Melalui akun Instagram resminya, Bahlil menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijaga.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
“Bersyukur dan suatu kehormatan bagi kami menerima Bintang Mahaputera Adipurna dari Bapak Presiden Prabowo di Istana Negara. Penghargaan ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam mengelola energi, investasi, pengembangan energi baru, serta hilirisasi demi meningkatkan kemandirian nasional,” tulis Bahlil. ***




