POJOKSATU.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap persoalan utama dalam sistem ketahanan energi Indonesia saat ini.

Menurutnya, masalah yang dihadapi bukan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM), melainkan keterbatasan fasilitas penyimpanan atau storage.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa 4/3/2026.

Baca Juga: Malam Takbiran Bertemu Nyepi di Bali, Pemerintah Batasi Waktu hingga Pukul 9 Malam

Ia menjelaskan bahwa cadangan BBM nasional saat ini masih berada di kisaran standar minimal yang selama ini diterapkan.

“Cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional,” ujar Bahlil, dikutip Pojoksatu.id dari Sekretariat Presiden 4/3/2026.

Meski begitu, pemerintah menyadari bahwa ketahanan energi Indonesia masih perlu diperkuat, terutama dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM.

Baca Juga: Perang AS dan Israel vs Iran Memanas, Ini Skenario Akhir yang Diinginkan Para Pihak

Menurut Bahlil, selama ini Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk menambah cadangan minyak. Namun keterbatasan infrastruktur membuat penambahan stok sulit dilakukan.

“Kita enggak bisa katakan harus stok 60 hari. Mau taruh di mana? Storage kita enggak punya,” katanya.

Karena itu, pemerintah kini menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan membangun fasilitas penyimpanan baru.

Baca Juga: SBY Ingatkan Dampak Perang Timur Tengah, Sebut APBN Indonesia Bisa Jebol!

Bahlil mengatakan pembangunan storage tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden agar cadangan energi Indonesia bisa lebih kuat menghadapi potensi gangguan global.

“Bukan kita enggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Inilah kekurangan kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional ke depan bisa mencapai sekitar tiga bulan.

“Ini yang harus kita perbaiki dengan cara membangun storage agar cadangan kita bisa sampai dengan tiga bulan,” jelas Bahlil.

Baca Juga: Perang AS dan Israel vs Iran Memanas, Ini Skenario Akhir yang Diinginkan Para Pihak

Sebagai tahap awal, pemerintah tengah mengkaji beberapa lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan baru, salah satunya di wilayah Sumatera.

“Kemarin saya sudah jelaskan, salah satu alternatifnya terbagi di wilayah Sumatera,” ujarnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.

Baca Juga: Perang AS dan Israel vs Iran Memanas, Ini Skenario Akhir yang Diinginkan Para Pihak

Dengan penambahan fasilitas storage tersebut, pemerintah berharap Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih kuat.

Dan juga tidak mudah terdampak oleh gejolak pasar energi internasional.***