POJOKSATU.id, JAKARTA—Sudah lebih sebulan usai banjir bandang dan longsor menerjang utara Pulau Sumatera, sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang.
Mayoritas korban yang masih hilang atau belum ditemukan berada di Sumut, Sumbar dan sedikit di Aceh.
Sebanyak 72 orang hingga kini belum ditemukan di Sumbar, sementara di Sumut sebanyak 60 orang. Dan di Aceh masih ada 31 orang lagi masih dalam proses pencarian.
Hingga Jumat (26/12/2025) sore, BNPB mencatat, jumlah korban meninggal dunia di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor mencapai 1.137 orang, sementara 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: PPPK Guru Masuk Babak Baru! Formasi Pemda Melimpah, Lulusan PPG Kian Berpeluang Dekat Domisili
Selain tingginya korban jiwa, dampak bencana juga menyebabkan lebih dari 457.000 jiwa harus mengungsi yang berada di 52 kabupaten/kota.
Berdasarkan data BNPB, Provinsi Aceh masih menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak.
Tercatat sebanyak 504 orang meninggal dunia, sementara 31 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sementara di Sumatera Utara, sebanyak 371 korban meninggal dunia dan 60 orang dilaporkan masih hilang.
Baca Juga: Terungkap! 27 Perusahaan Diduga Picu Banjir Bandang di Sumatera, Jaksa Agung Buka Fakta Mengejutkan
Sementara itu, Provinsi Sumbar mencatat 262 korban meninggal dunia, dengan 72 orang lainnya hingga kini belum ditemukan.
BNPB juga mencatat dampak yang sangat signifikan terhadap permukiman warga.
Sedikitnya 157.838 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Perinciannya yaitu sebanyak 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
Korban di Daerah
Aceh Utara Provinsi Aceh menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi yakni 205 orang.
Disusul Kabupaten Agam Sumatera Barat dengan 192 korban meninggal, serta Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara yang mencatat 133 korban jiwa akibat bencana tersebut.
Aceh Utara
Jumlah korban meninggal dunia bertambah dari 190 orang menjadi 203 orang hingga Kamis (25/12) di Aceh Utara, dan bertambah dua orang lagi pada Jumat (26/12) hingga menjadi 205 orang.
Sementara itu jumlah korban luka-luka tidak berubah di angka 2.127 orang.
Dari sisi pengungsian, data menunjukkan penurunan jumlah pengungsi. Pada 23 Desember 2025, tercatat 19.254 kepala keluarga (KK) atau 68.424 jiwa masih mengungsi.
Namun pada 24 Desember 2025, angka tersebut menurun menjadi 19.046 KK atau 67.872 jiwa, atau berkurang 208 KK dan 552 jiwa.***




