POJOKSATU.id, JAKARTA — Jonathan Latumahina yang badannya penuh tato menceritakan pengalaman umroh pertamanya ke Tanah Suci Mekkah 2018 lalu. Mualaf ini beruntung langsung jadi tamu Allah.

Jonathan Latumahina, badan banyak tato mendapat kehormatan ke Tanah Suci Mekkah untuk ibadah umroh pertamanya bersama petinggi GP Ansor, tepatnya 11 Desember 2018 silam.

Pengalaman ayah David Latumahina ke Mekkah itu dia tulis di akun Facebook-nya pada 2020 silam .

“Sempat ragu dan grogi karena tato. Katanya petugas imigrasi Jeddah serem, berkas saya diperiksa, petugas pun tertawa dan langsung berbahasa Inggris, padahal sebelumnya berbahasa Arab,” tulis Jonatahn, 15 Februari 2020.

Setelah itu, lanjut dia, tibalah saatnya rombongan untuk mengambil miqat, sebab dari Jeddah harus sudah berihram kemudian melaksanakan umroh setiba di Mekkah.

Baca Juga :

Agama David Korban Penganiayaan Mario Dandy Ternyata Islam, Suka Mengajar Anak Mengaji

Ada keajaiban ketika jelang mandi miqat dan Jo agak kesulitan menaruh barang bawaan karena tempat yang hanya berisi kamar mandi dan tempat wudhu.

“Saya dibantu petugas di sana bahkan dibantu cara mengenakan kain ihram. Sambil diliatin tato saya dan berkali-kali mengucap Alhamdulillah, saya juga merinding dengernya,” ujarnya.

Selama di Tanah Suci, Jonathan merasa dibimbing para petinggi GP Ansor seperti Nuruzzaman, Wibowo Prasetyo dan Affan Rozi.

Terutama soal penampilannya yang tatoan, membuat orang Arab penasaran.

“Saat menuju Arafah, sopir bus seperti nggak yakin, untung Gus Towus memberikan penjelasan, sopir malah mendoakan saya masuk surga, amin,” terangnya.

Namun demikian, ayah David Latumahina ini mengaku terkesan terhadap pelayanan dan sambutan orang Mekkah.

Padahal belum lama masuk Islam alias mualaf hingga ia memiliki nama panggilan Qithmir, yakni anjing penjaga Ashabul Kahfi yang masuk surga.

“Saya menjadi saksi bahwa kisah kaum Muhajirin bersama Nabi SAW saat hijrah ke Madinah disambut kaum Anshar juga saya rasakan, penjagaan itu benar-benar ada,” jelas Jonathan.

Selain itu, menurutnya, GP Ansor didirikan oleh orang-orang yang ikhlas menjaga keutuhan NKRI.

"Saya bangga menjadi kader GP Ansor dan Banser, semoga kita semua diberikan kekuatan," kata Jonathan Latumahina mengakhiri cerita pengalaman umroh pertamanya ke Tanah Suci Mekkah ini.

 

Mualaf 5 Tahun Lalu


Jonathan Latumahina mualaf atau masuk Islam sekira 5 tahun lalu atau 2018, selanjutnya bergabung di GP Ansor menempati posisi sebagai ahli Information Technology (IT).

Gus Chabib Thowus Ainul Yaqin, mantan Direktur PT Sorban Nusantara, mengungkapkan sebelum Jonathan Latumahina resmi menjadi anggota GP Ansor.

Disebutkannya, Jo sebelum jadi pengurus GP Ansor sangat aktif di media sosial hingga berseteru dengan kelompok Front Pembela Islam (FPI).

Bahkan disebut salah satu cuitannya saat menanggapi kasus FPI menjadi kontroversi.

Saat itu, ditengarai dirinya tertawa saat menanggapi kasus FPI tersebut. "Ha haa haa", tulis Jo di akun Twitternya.

"Merapatnya ke GP Ansor setelah berseteru dengan FPI, dia aktif sejak 2017 itu," ujar Gus Chabib kepada wartawan, Jumat 24 Februari 2023. (ikror/pojoksatu)