POJOKSATU.id, LOMBOK-- Polda NTB dan Polres Lombok Barat menetapkan Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka utama pembunuhan suaminya Brigadir Esco Fasca Rely.
Penyidik juga menetapkan ayah Briptu Rizka, Amaq Saiun dan ibu Briptu Rizka, Nuraini jadi tersangka karena menyembunyikan atau merekayasa kejahatan yang dilakukan putrinya.
Adik Briptu Rizka, Dani Rifkan, dan Paozi teman dekat Brigadir Esco juga tersangka karena ikut mengangkat jenazah Esco ke belakang rumah.
Baca Juga: Polwan Briptu Rizka Ternyata Dibantu Ayah Ibunya di Kasus Pembunuhan Suaminya Brigadir Esco
Brigadir Esco merupakan anggota intel Polsek Sekotong. Sementara Briptu Rizka Sintiyani merupakan anggota Bhabinkamtibmas di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
Kasi Humas Polres Lombok Barat, Iptu Amiruddin mengatakan penetapan para tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara yang mereka lakukan.
“Usai gelar perkara ini, kami tetapkan 4 tersangka baru dari kematian Brigadir Esco, diantaranya inisal S, P, D, dan N,” ucap Amiruddin dalam jumpa pers, Kamis (16/10).
Sementara, Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata menjelaskan, mereka telah menyita barang bukti senjata tajam yang digunakan menganiaya Brigadir Esco saat hari kejadian Selasa (19/8/2025).
Baca Juga: Buntut Kasus Brigadir Esco Dibunuh Istri Briptu Rizka Sintiyani, Diduga Gegara Selingkuh?
"Satu sudah kami sita, sajam, dan satu lagi masih kita cari," jelas Eka, dalam konferensi pers, Kamis.
Rekayasa Kematian Brigadir Esco
Setelah Rizka membunuh suaminya, rupanya tersangka lain turut membantu merekayasa kasus kematian Esco.
Caranya dengan membuatnya seolah-olah sebagai kasus bunuh diri karena tubuh Esco ditemukan terikat tali di belakang rumahnya.
Empat orang ini membantu Rizka untuk menyembunyikan peristiwa yang menyebabkan Esco meninggal dunia.
Baca Juga: Sebelum Ditemukan Tewas Dibunuh Istri, Brigadir Esco Sempat Keluhkan Sakit ke Keluarga
"Turut serta melakukan kejahatan dan dikaitkan dengan sengaja membantu RS, dan sengaja menyembunyikan orang yang sudah melaksanakan kejahatan," terang AKP Lalu Eka.
Menurut polisi, dua dari mereka disebut bertindak sebagai Mr X yang membantu Briptu Rizka membawa jenazah korban ke kebun belakang tempat tinggal tersangka.
“Ya dari keempat tersangka ini ada 2 Mr X yang membantu RS (Rizka Sintiyani) membawa jasad korban ke kebun belakang,” kata Eka Arya Mardiwinata.
Diduga dua orang yang disebut Mr X ini adalah adik Briptu Rizka yaitu Dani Rifkan dan Paozi teman dekat Brigadir Esco.
Akibat Benda Tumpul
Penyebab kematian Brigadir Esco adalah akibat benturan benda tumpul di bagian belakang kepala.
Polisi juga masih mencari barang bukti berupa benda tumpul yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
"Yang membuat dia meninggal berdasarkan hasil autopsi keterangan ahli porensik, dan kemarin rekosntruksi ada beberapa luka yang ada di tubuh dan penyebab kematian benturan di bagian belakang kepala, dan ini masih kita cari," kata AKP Lalu Eka.
Selain benda tumpul, hasil autopsi juga mengungkap sejumlah luka-luka di tubuh Brigadir Esco, yang berasal dari senjata tajam jenis gunting.***




