POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle kabinet dan melantik sejumlah menteri baru di Istana Kepresidenan, pada Senin sore, 8 September 2025.
Ada 2 menteri yang dicopot jadi menteri, keduanya merupakan relawan dan timses Jokowi.
Eks Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi dan mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding.
Budi Arie merupakan pendiri Projo, ia membuat organisasi relawan Jokowi untuk mendukung di Pilpres tahun 2014.
Setelah Jokowi terpilih jadi presiden, Budi Arie tetap eksis menjadi relawan Projo hingga Pilpres tahun 2019.
Hingga akhirnya, ia mendapat tempat di kursi Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang dilantik pada 25 Oktober 2019.
Baca Juga: Dari Ahmad Sahroni hingga Dedi Mulyadi, Inilah 5 Pejabat Populer yang Awali Karier Jadi Supir
Setelah itu, Jokowi menunjuk Budi Arie menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika untuk menggantikan politisi NasDem Johnny G Plate yang terjerat kasus dugaan korupsi.
Saat Jokowi digantikan Prabowo, pria berusia 56 tahun ini tetap mendapat kursi di Kabinet Merah Putih.
Prabowo menunjuknya sebagai Menteri Koperasi, tapi sayangnya belum genap setahun sudah lengser.
Baca Juga: Cirebon Timur Resmi Masuk Daftar Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru
Posisinya digantikan oleh Ferry Yuliantono, yang merupakan politisi dari Partai Gerindra.
Kabarnya, Budi Arie kini akan kembali pada organisasi Projo sebagai rumahnya di dunia politik.
Sedangkan Abdul Kadir Karding, pernah jadi timses Jokowi pada Pilpres 2019 dengan menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca Juga: Reka Ulang Kasus Pembunuhan Paskibra Natal Diva Febriani, Pelaku Yunus Terancam Hukuman Mati
Politisi PKB ini sudah malang melintang menjadi legislator sejak tahun 1999, dari DPRD Jawa Tengah hingga duduk di Senayan.
Setelah sukses mengantarkan Jokowi kembali terpilih jadi presiden, Karding melanjutkan karier politiknya menjadi anggota DPR hingga tahun 2024.
Ketika Prabowo terpilih jadi presiden, Karding dipercaya untuk duduk di kursi Menteri P2MI, tapi baru-baru ini terkena reshuffle kabinet.
Prabowo menunjuk politisi Golkar Mukhtarudin menggantikan posisi dari Karding sebagai Menteri P2MI.
Kabarnya, Golkar merekomendasikan Mukhtarudin untuk mendapat jabatan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia usai pelantikan menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, 8 September 2025.
Baca Juga: Ronkb Terapkan Arsitektur Transaksi Responsif Agar Tetap Gesit di Pasar Ekstrem
Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden, partai hanya sekadar merekomendasikan.
Selain keduanya, nasib apes menimpa relawan Jokowi lainnya, yakni Immanuel Ebenezer yang terjerat kasus dugaan pemerasan.
Pada Pilpres 2019 lalu, ia memimpin relawan Jokowi Mania dan pada tahun 2024 mendukung pasangan Ganjar dan Mahfud MD.
Baca Juga: Nepal Mencekam! Kemlu RI Pastikan 57 WNI Aman, Begini Pesan KBRI Bagi yang Melakukan Kunjungan
Namun, dukungan itu dicabut dan ia berbalik mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Saat pemilihan calon legislatif, pria yang akrab disapa Noel ini bergabung dengan Partai Gerindra tapi gagal duduk di Senayan.
Akan tetapi, Prabowo menunjukkan untuk berada di jajaran Kabinet Merah Putih menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2025 lalu, Noel ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3.
Ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, kabarnya Gerindra cabut KTA Noel dari anggota partai.***




