Awal Mula Menpora Dito Ariotedjo Terseret Kasus BTS Kominfo, Disebut Terima Uang Rp27 Miliar untuk 'Pengamanan'


POJOKSATU.id - Seperti janji Kejaksaan Agung (Kejagung), pengusutan kasus dugaan korupsi menara BTS Kominfo tidak akan berhenti pada penangkapan Johnny G Plate.

Seperti diketahui, kasus ini heboh setelah Kejagung memborgol Johnny G Plate yang saat itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Selain itu, Johnny G Plate juga tercatat menjabat sebagai Sekjen Partai Nasdem.

Terbaru, nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pun ikut terseret dalam dugaan kasus korupsi tersebut.

Karena itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung akan memeriksa Dito Ariotedjo.

Politikus muda Partai Golkar itu dijadwalkan diperiksa pada Senin 3 Juli 2023 pada pukul 09.00 WIB.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Menara BTS, Kejagung Periksa Menpora Dito Ariotedjo Hari Ini

Bagaimana bisa nama Dito Ariotedjo terseret dalam pusaran kasus yang merugikan negara sekitar Rp8 triliun itu?

 

Diungkap salah seorang terdakwa


Nama Menpora Dito Ariotedjo sendiri tak mendadak muncul dalam kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 BAKTI Kominfo ini.

Nama politikus muda Partai Golkar itu disebut-sebut salah seorang terdakwa, yakni Irwan Hermawan, Komisaris PT Solitchmedia Synergy.

BACA JUGA: Menpora Dito Ariotedjo Yakin Bisa Hadapi Kejagung,Terseret Kasus Menkominfo Johnny Plate

Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang beredar, Irwan disebut memberikan uang Rp27 miliar kepada Dito.

Uang tersebut diserahkan pada periode November-Desember 2022.

Tujuannya adalah tidak lain untuk 'pengamanan' perkara proyek senilai Rp10 triliun tersebut.

Uang puluhan miliar rupiah itu dikumpulkan dari konsorsium dan subkontraktor untuk meredam penyelidikan oleh Kejaksaan Agung, yang totalnya mencapai Rp243 miliar.

Disebutkan bahwa uang dalam pecahan dolar Amerika Serikat itu diserahkan 2 kali langsung ke rumah Dito di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Menkominfo Nonaktif Johnny G Plate Jalani Sidang Perdana Bersama 6 Terdakwa Lain

Hanya saja Irwan tidak menyebutkan nama lengkap dalam BAP tersebut.

Melainkan hanya menyebut nama 'Dito' yang diduga merujuk pada Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo.

Saat uang pengamanan itu diserahkan, Dito Ariotedjo masih menjabat sebagai staf khusus Kementerian Koordinator Perekonomian.

 

Diperiksa Kejagung


Lantaran hal tersebut, Kejagung memutuskan memanggil dan memeriksa Menpora Dito Artiotedjo.

Pemeriksaan Menpora Dito Ariotedjo itu dilakukan hari ini pada Senin 3 Juli 2023.

Dito diperiksa kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung 2, 3, 4, dan 5, Bakti Kominfo.

BACA JUGA: Bisa jadi Ada yang Gerah, Kejagung Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Korupsi Johnny G Plate

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Senin 3 Juli 2023.

"Dari informasi tim penyidik, hari ini (3/7/2023), betul ada pemanggilan terhadap Dito yang saat ini menjabat sebagai Menteri Olahraga. Menurut jadwal sekitar jam 09.00,” ujarnya.

Ketut mengharapkan Dito bisa memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Sebab, keterangannya dianggap penting untuk menambah terang kasus tersebut.

”Harapan kami bisa datang tepat waktu,” tandas Ketut.

 

Janji tak mangkir


Sementara, Dito memastikan dirinya memenuhi pemanggilan dan pemeriksaan dirinya oleh Kejagung.

Akan tetapi ia tak melapor ke Presiden Jokowi. Dia hanya melaporkan pemeriksaan dirinya itu kepada Menteri Sekretaris Negara saja.

BACA JUGA: Nasdem Duga Ada Aktor Lain ‘Lebih Kuasa’ dari Johnny G Plate, Kejagung Diminta Menggali

Alasannya karena tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu terjadi saat dirinya belum menjabat sebagai Menpora.

"Itu kan urusannya saya dituduhnya waktu saya bukan jadi Menpora. Dan itu tuduhannya, ya enggak apa-apa lah, kita nanti akan memberikan keterangan dan juga klarifikasi," kata Dito di komplek Istana, Senin 3 Juli 2023.

Meski begitu, Dito membantah menerima Rp27 miliar aliran uang korupsi menara BTS Kominfo yang disebut sebagai uang 'pengamanan' perkara.

"Saya sama sekali tidak pernah ketemu tidak pernah mengenal apalagi menerima," tegas Dito.

Karena itu dia memastikan akan memanfaatkan pemeriksaan dirinya itu untuk memberikan klarifikasi kepada Kejagung. (Guruh/Pojoksatu)