POJOKSATU.id, JAKARTA—Terungkap, awal mula Presiden Prabowo Subianto tertarik menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) berawal dari data ‘iseng-iseng’.

Purbaya menyampaikan data ‘iseng-iseng’ saat presentasi di depan Presiden yang dihadiri pengusaha, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

Alasan ketertarikan Prabowo kepada Purbaya ini disampaikan ekonom senior Aviliani.

Aviliani menyampaikan itu ketika diwawancarai moderator Don Bosco Selamun dan rekannya di Nusantara TV.

Baca Juga: Gerindra Sebut Pernyataan Kontroversial Rahayu Saraswati dalam Podcast Tak Begitu Buruk

Rekaman percakapan Aviliani ini bisa dilihat di You Tube dengan judul : Menkeu Purbaya, ‘Cowboy’ tapi Pakai Data, yang ditayangkan di Nusantara TV, Kamis (11/9).

“Beliau kan ditunjuk oleh presiden menggantikan Sri Mulyani, apa yang menggerakkan Prabowo sampai terpukau dengan beliau,”kata salah satu moderator seperti dilihat Jumat (12/9).

Aviliani yang juga teman dekat Purbaya ini lalu menyebutkan awal mula ketertarikan Prabowo memakai Purbaya saat momen presentasi di Istana Negara dengan menyajikan data ‘iseng-iseng’.

Baca Juga: Pernyataan Rahayu Saraswati yang Jadi Penyebab Dirinya Mundur dari DPR RI, Singgung Mentalitas Pencari Kerja

“Kebetulan waktu itu ada sarasehan yang dilaksanakan Pak Prabowo, yang diundang para pengusaha, akademisi dan seluruh unsur lah ya. Semua orang standar lah presentasinya. Dia memang agak beda sedikit presentasinya,” ujar Aviliani.

“Dia bilang, saya ngolah data iseng-iseng begini. Iseng-iseng begini. Jadi semua orang bingung, kok dia berani ngomong iseng-iseng di hadapan kepala negara. Dia lalu bilang ‘Saya pikir hasilnya jelek Pak Prabowo, ternyata bagus. Ekonomi Indonesia itu sebenarnya bagus. Jadi kita gak usah khawatir’,” jelas Aviliani menirukan perkataan Purbaya saat itu.

Menurut Aviliani, Presiden Prabowo mencari sosok orang-orang optimis dalam menjalankan pemerintahannya.

“Kelihatannya semua orang kan pesimis. Dia kelihatannya paling optimis waktu itu. Pak Prabowo kan cari teman yang optimis,” ujar ekonom senior ini.

Baca Juga: Gerindra Bantah Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI Demi Jadi Menteri: Itu Namanya Gosip

Menurutnya, ada juga dasarnya Purbaya melakukan presentasi ‘iseng-iseng’ saat sarasehan itu, Purbaya juga menyampaikan data-data.

“Kalau dia (Purbaya) ditanya, dia juga jawab gitu. ‘Mungkin waktu sarasehan kali ya’. Abis itu dia sering dipanggil ke Istana,” kata Aviliani lagi.

Pernah Hujat IMF Bodoh

Purbaya Yudhi Sadewa pernah menghujat IMF sebagai lembaga bodoh. Hujatan ini viral lagi usai Purbaya dilantik menjadi Menkeu.

Dari jejak digital, cacian Purbaya ke IMF ini terjadi di acara CNBC Investment Forum 2025 di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Saat itu Purbaya masih Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Kalau saya gak percaya IMF. Menurut saya IMF bodoh, kalau enggak percaya kita lihat track recordnya," kata Purbaya di video itu.

Menurut Purbaya, di tahun 2009, proyeksi IMF untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia 2,5 persen, tapi aktualnya atau faktanya bisa 4,6 persen.

“Kan melesatnya hampir 100 persen. Kalau kita percaya IMF, bodoh amat kita,” jelasnya.

“Artinya IMF menganggap kita tidur, jadi prediksi mereka terlalu pesimistik, jadi anda jangan percaya IMF,” ujarnya lagi.

Dia juga mengatakan pada tahun 1997, 1998, ada IMF di Indonesia dan ternyata ekonomi Indonesia hancur.

“Kalau kita berdiri di atas kaki kita sendiri harusnya lebih bagus. Dan kita sudah punya pengalaman menghadapi krisis 97, 2001, 2002,2008, kita bisa tumbuh dengan bagus,” katanya.

“Nanti anda bilang si Purbaya ini wah sentimen sama global, multilateral organization, ” ujarnya.

“Yang pertama memang saya gak percaya mereka karena kayaknya mereka lebih bodoh dari saya,” tegas Purbaya lagi di acara itu.***