POJOKSATU.id, Kota Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan permukiman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Kabupaten Bandung.

Dalam sidaknya, ia menemukan sejumlah rumah warga membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai.

Temuan ini semakin menegaskan bahwa pencemaran Sungai Citarum bukan hanya berasal dari limbah industri, peternakan, dan sampah, tetapi juga dari limbah rumah tangga.

Padahal, air sungai ini sangat vital karena dimanfaatkan untuk berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pembangkit listrik, hingga pasokan air minum bagi warga Jakarta.

Dedi menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk menertibkan bangunan yang membuang limbah ke sungai.

"Saya sudah meminta Bupati untuk mendata seluruh bangunan yang membuang limbah rumah tangga ke sungai agar segera ditertibkan. Selain itu, kami juga akan menyusun program pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal," ujar Dedi pada Senin (3/3/2025).

Selain memantau permukiman, sidak juga dilakukan di Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, yang dipenuhi tumpukan sampah sepanjang sekitar 500 meter.

Dedi menduga, sampah tersebut berasal dari permukiman di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, serta dari Pasar Caringin dan Pasar Cigondewah.

Untuk mengatasi masalah ini, ia berencana memindahkan tempat pembuangan sementara kedua pasar tersebut agar tidak lagi mencemari sungai.

Selain itu, langkah pencegahan juga akan dilakukan dengan memasang jeruji besi penjaring sampah di setiap jembatan serta menyiagakan petugas piket selama 24 jam.

"Saat hujan turun, petugas harus langsung turun ke lapangan. Masalah pendanaan akan kami siapkan melalui APBD," tegasnya.

Dedi juga mengimbau masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai.

Ia menegaskan bahwa upaya pembersihan ini akan sia-sia jika kebiasaan buruk tersebut terus berulang.

Apalagi, air Sungai Citarum menjadi sumber utama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.***