POJOKSATU.id, JAKARTA—Atalia Praratya memang wanita tangguh, bukannya menanggapi Lisa Mariana, selebgram yang diduga selingkuhan suaminya Ridwan Kamil, dia malah menyoroti kasus keluarga pasien diperkosa di RSHS Bandung.

Di tengah kasus dugaan selingkuh yang menyita perhatian publik, istri mantan Gubernur Jawa Barat ini terlihat kalem danreligius dilihat dari unggahan Instagramnya, Jumat (11/4).

Menurut Atalia, kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum dokter residen UNPAD (mahasiswa pendidikan spesialis kedokteran) di RSHS adalah alarm keras bagi kita semua.

“Seorang keluarga pasien yang sedang khawatir dan berduka karena ayahnya di ICU justru menjadi korban pelecehan dari orang yang seharusnya menjadi penjaga keselamatan jiwa: tenaga medis,”tegas Atalia.

Baca Juga: Dampak Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Bogor, Puluhan Rumah Rusak, Warga Diminta Waspada

Menurutnya kasus dokter PPDP yang memperkosa keluarga pasien di RSHS Bandung ini adalah alarm keras bagi kita.

“Ini bukan hanya soal pelanggaran etik, tapi juga soal kekuasaan atas tubuh seseorang dalam situasi paling rentan—saat mereka sedang dalam keadaan cemas dan berduka,” katanya.

Sebagai anggota DPR RI, mereka mendorong adanya

1.Penegasan undang-undang terhadap kekerasan seksual dalam profesi berotoritas seperti medis, hukum, pendidikan, dsb;

Baca Juga: Komisi III Dorong Penataan Kawasan Kumuh di Karawang

2.Perlindungan psikologis menyeluruh bagi korban, termasuk dukungan trauma healing secara profesional;

3.Monitoring evaluasi terhadap sistem pendidikan kedokteran dan staff pengajarnya

4.Pemulihan kepercayaan terhadap layanan kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat

“Alhamdulillah untuk mekanisme pengawasan dan sanksi tegas dari institusi pendidikan dan institusi kesehatan terhadap pelanggaran etik berat ini sudah berlangsung secara cepat dan tepat,”ujar Anggota Komisi VIII DPR RI ini

“Tidak boleh ada lagi ruang aman yang justru berubah jadi tempat yang membahayakan. Karena menjaga martabat dan keselamatan korban adalah tanggung jawab kita semua,”jelasnya.***