POJOKSATU.id, JAKARTA-- Anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna, memberikan klarifikasi atas video viral yang menyinggung penutup kepala atau hijab saat menegur petugas bea cukai.
Menurut Arya, video dirinya itu sengaja dipotong untuk menyerang dan menggoreng pernyataan penutup kepala atau hijab.
“Terkait dengan video viral yang beredar di masyarakat telah dipotong oleh sejumlah media maupun oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Arya dalam video klarifikasinya yang diunggah akun instagram @fakta.indo, Selasa (2/1/2024).
Senator Bali ini juga tetap bersikukuh dalan video yang viral itu tidak ada ucapannya yang menyinggung kelompok agama manapun dan suku apapun.
Baca Juga: 5 Pernyataan Kontroversial Arya Wedakarna, Ternyata Juga Pernah Hina Agama Hindu
"Maka dari itu kami tak ada menyebutkan nama agama apapun, nama suku apapun, dan juga kepercayaan apapun," ujarnya.
Tak hanya itu, dia juga tetap kekeh, bila menonton video fullnya, maka tak ada sama sekali pernyataan yang mendiskreditkan agama tertentu.
"Ini arahan dan sudah selaras dengan peraturan Perda Bali, Nomor 2 Tahun 2012 yakni tentang Pariwisata Bali yang berlandaskan kebudayaan dan dijiwai agama Hindu,” tuturnya.
Warganet lantas memberikan komentarnya terkait pernyataan Arya itu. Bila dilihat dari video fullnya jelas pernyataan yang bersangkutan menyinggung soal penutup kepala.
"Saya sudah nonton video fullnya. Gak ada bedanya itu arahan sambil teriak- teriak gitu. Bilang penutup kepala gak jelas. Lu yang gak jelas," komen warganet.
Seperti diketahui, Arya Wedakarna terekam kamera mengeluarkan pernyataan tersebut saat sedang memarahi kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusa Tenggara dan kepala Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, beserta pengelola bandara.
Arya diduga menyinggung jilbab atau hijab yang dikenakan Muslimah. Arya ingin agar pegawai asli Bali ditempatkan di meja depan melayani wisatawan dibandingkan mereka yang mengenakan hijab.
"Saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pake apa kek," ucap Arya dikutip Republika di Jakarta, Senin (1/1/2024).***



