POJOKSATU.ID - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, secara resmi mengimbau seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk mengedepankan kesederhanaan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu.
Pemerintah menekankan agar perayaan hari raya, termasuk kegiatan open house dan halalbihalal, dilakukan secara bersahaja dan tidak berlebihan.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang saat ini tengah menghadapi dampak bencana alam di berbagai wilayah.
Baca Juga: Menteri ESDM Tekan Impor di Tengah Lonjakan Konsumsi Idulfitri Tahun 2026!
Selain faktor domestik, ketidakpastian dinamika global yang berisiko memengaruhi ekonomi nasional juga menjadi dasar pertimbangan instruksi tersebut.
Menteri Sekretaris Negara telah menyebarkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga negara.
Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa para pejabat publik diharapkan mampu menunjukkan kepekaan sosial, mengingat masih banyak warga negara yang berada dalam situasi sulit.
Pejabat negara dipandang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan yang baik kepada rakyat dalam menjaga sikap rendah hati dan tidak pamer kemewahan.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Terkendali Menjelang Idulfitri 2026
Meski demikian, Presiden Prabowo tetap memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan hari raya agar roda ekonomi tetap berputar.
Pemerintah tidak menutup seluruh agenda sosial secara total, melainkan membatasi skala dan intensitas kemegahannya.
Dengan keseimbangan ini, diharapkan perayaan Idulfitri tetap membawa keberkahan tanpa mengabaikan realitas sosial yang sedang dihadapi bangsa.***




