POJOKSATU.ID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Musibah tersebut menimbulkan dampak besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pemerintah Malaysia menyiapkan bantuan tahap awal bagi pelajar Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Malaysia dan berasal dari daerah terdampak bencana.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan tunai sebesar RM 500 atau setara sekitar Rp2 juta untuk setiap pelajar.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Anwar Ibrahim melalui akun media sosial resminya, @anwaribrahim_my.

Dalam unggahannya, Anwar menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Indonesia serta menyatakan komitmen Malaysia untuk membantu para korban.

Baca Juga: Cara Cek Progres Penerbitan NRG Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025

Anwar menjelaskan bahwa para pelajar Indonesia di Malaysia yang terdampak secara langsung maupun memiliki keluarga di wilayah bencana dapat melaporkan diri agar mendapatkan bantuan tersebut.

Pemerintah Malaysia akan melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada saudara-saudara di Indonesia yang sedang menghadapi cobaan berat,” tulis Anwar dalam pernyataannya, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @anwaribrahim_my.

Baca Juga: Sertifikasi Pendidik untuk Dosen, Pahami Syarat dan Tahapan Lengkap Pelaksanaannya, Waktu Layanan 70 Hari

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera hingga kini telah menyebabkan hampir 1.000 korban meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 222 orang lainnya masih dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.

Angka ini menjadikan bencana tersebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Ketahui Layanan Registrasi NIRA BKD, Ini Syarat dan Tahapan Seleksi Asesor Beban Kerja Dosen

Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga, fasilitas umum, serta infrastruktur vital.

Ribuan warga terpaksa mengungsi dan bergantung pada bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Langkah Malaysia memberikan bantuan kepada pelajar Indonesia dinilai sebagai bentuk hubungan erat dan persaudaraan antara kedua negara.

Baca Juga: Bersiap Terima Rapor, Jangan Fokus Sekadar Angka, Begini Cara dan Sikap yang Tepat Melihat Nilai Hasil Ujian dan Pembelajaran

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan ekonomi para pelajar yang terdampak secara tidak langsung oleh bencana di kampung halaman mereka.

Pemerintah Indonesia sendiri terus melakukan upaya penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak.

Dukungan dari negara sahabat seperti Malaysia menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi dampak bencana berskala besar ini.

Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan Pembelajaran Berjenjang untuk Sekolah Terdampak Bencana di Aceh hingga Sumbar

Solidaritas internasional yang ditunjukkan Malaysia diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan semangat bagi masyarakat Sumatera untuk bangkit dari bencana.***