POJOKSATU.ID-Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dijaga ketat oleh anggota kepolisian. Penjagaan super ketat ini dilakukan terkait sidang putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) atas dugaan pelanggaran etik dalam putusan batas usia Capres-cawapres yang dilakukan Ketua MK Anwar Usman dan para hakim lainnya dalam perkara 90/PUU-XXI/2023.

Total personel yang dikerahkan dalam pengamanan sidang MKMK ini mencapai 2.149 personel gabungan.

Ribuan personel gabungan yang diturunkan yakni terdiri dari 1.964 personel Satgas Polda dan 185 personel Satgas Polres Metro Jakarta Pusat.

Baca Juga: Resep Ala Chef Devina Hermawan, Cara Buat Martabak Tahu Pedas dan Enak

"Ada 1.964 personel gabungan kita kerahkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Selasa (7/11/2023).

Menurut Kombes Trunoyudo, pengamanan super ketat dilakukan guna untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan pasca putusan dibacakan MKMK.

Hal inilah yang menjadi prioritas anggota untuk mengerahkan ribuan personel di kawasan MK.

"Pengamanan ini, seandainya nanti terjadi aksi unjuk rasa soal hasil putusan yang disampaikan," ujarnya.

Baca Juga: Pemuda Wajib Cek! Tips Sukses Usaha Warung Kopi, Bisnis Rumahan yang Keuntungannya Bisa untuk Modal Nikah

Seperti diketahui, Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) Jimly Asshiddiqie mengatakan, sudah melakukan rapat internal untuk menghasilkan putusan dugaan pelanggaran etik sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Pembacaan putusan itu rencananya  digelar sore ini, Selasa, 7 November 2023.

Di sisi lain, Jimly dan kawan-kawan telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap 9 hakim MK. Ketua MK Anwar Usman dilakukan sebanyak dua kali pemeriksaan.

Baca Juga: Mau Pintar Bahasa Inggris? Pelajari 16 Tenses, Dijamin Dapat Bonus Nilai A!

Pasalnya, banyak tuduhan yang dialamatkan kepada Anwar Usman.

"Jadi satu-satunya yang kita periksa dua kali ya ketua (Ketua MK Anwar Usman). Pertama karena banyak, 15 itu yang melaporkan itu ya. Dia sudah dipanggil untuk yang pertama kemudian yang terakhir hari ini, di samping itu panitera sudah," kata Jimly. ***