POJOKSATU.id, JAKARTA— Bersatunya Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menurut Surya Paloh, maka perseteruan cebong dan kampret sudah berakhir.

Menurut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, politik adu domba yang memecah belah harus ditinggalkan, termasuk perseteruan cebong dan kampret.

Nasdem dan PKB berkomitmen mewujudkan politik Kebhinekaan pada pesta demokrasi lima tahunan dengan mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

“Hari ini juga kita katakan selamat tinggal kepada politik cebong dan kampret!” tegas Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pidatonya di acara Deklarasi Anies-Cak Imin, di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9).

Baca Juga: Cak Imin Ungkap Isi Lamaran Paloh yang Spontan Singkat, Saya Gak akan Muslihat-Muslihatan Lagi

Teriakan Surya Paloh ini disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

Menurut Paloh, politik yang demikian itu hanya mengadu domba dan memecah belah rakyat Indonesia. Lebih jauh daripada itu, justru merusak semua nilai sistem kebangsaan.

“Dan tentunya kita ucapkan selamat datang politik kebhinekaan, yang mempersatukan semua komponen dan elemen kita dan penghargaan pluralisme yang kokoh seutuhnya di negeri kita,” tegas Paloh menggebu-gebu.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkap isi lamaran atau pembicaraan dengan Surya Paloh sehingga dia menerima lamaran Anies Baswedan.

Baca Juga: Beda Sikap dengan Demokrat, PKS Senang PKB Gabung Koalisi Perubahan, Ini Kokohkan Perjuangan

Cak Imin Ungkap Isi Tawaran Paloh

Cak Imin membagikan kisah menarik tentang penawaran menjadi cawapres Anies Baswedan yang disampaikan Surya Paloh yang disebutnya spontan dan singkat.

Cak Imin, begitu dia karib disapa, mengungkap momen itu dalam pidatonya di acara Deklarasi Anies-Cak Imin yang berlangsung di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9).

Ia menceritakan bahwa penawaran dari Surya Paloh terjadi secara spontan dan singkat, hanya berlangsung sekitar 3 hari.

Baca Juga: PKS Sambut Baik Kehadiran PKB, Hormati Keputusan Demokrat yang Keluar dari Koalisi Perubahan

Cak Imin juga menjelaskan bahwa dalam proses ini, Surya Paloh memintanya untuk berbicara dengan jujur dan terbuka, tanpa ada siasat atau muslihat politik.

“Adinda, kita perlu bicara blak-blakan. Saya tahu adinda dan adinda tahu saya. Saya gak suka siasat-siasatan lagi,” jelasnya.

“Kamu jangan muslihat-muslihatan lagi, dan saya gak akan muslihat-muslihatan lagi,” ungkap Cak Imin menirukan Surya Paloh.***